Petugas melakukan fogging untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Setelah beberapa pekan diguyur hujan, penyakit bawaannya, yakni demam berdarah mulai merebak. Beberapa warga mulai terserang demam berdarah, sehingga harus mendapat perawatan intensif di RSUD Klungkung.

Mengantisipasi demam berdarah semakin meluas, Dinas Kesehatan Klungkung mengintensifkan pencegahan melalui fogging di sejumlah tempat merebaknya demam berdarah. Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Jaya Putra, Minggu (20/1), menyampaikan telah menerima laporan adanya dua warga yang terserang demam berdarah.

Mereka antara lain, Ni Komang Ismarini (36), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Hasanudin Gang Angrek Nomor 6 Pegending. Dia tercatat terserang demam berdarah sejak Selasa 5 Januari lalu.

Saat ini, dia dikatakan masih dalam perawatan intensif di zal F Ruang Kedondong. Satu korban lainnya, diketahui bernama I Wayan Dira (63) warga dari Banjar Ambengan Desa Tangkas. Dia dirawat di zal yang sama di Ruang Kedondong, dan diketahui mengalami demam berdarah sejak Sabtu (12/1).

Melihat dua kasus tersebut, menurut dr. Jaya Putra, saat ini kembali terjadi peningkatan penyebaran penyakit demam berdarah, setelah terjadi hujan selama beberapa pekan terakhir. Menindaklanjuti persoalan ini, pihaknya bergerak cepat melakukan upaya pencegahan.

Masyarakat sekitar juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan. “Kami langsung lakukan fogging di sekitar rumah tempat tinggal warga yang terserang demam berdarah itu,” katanya, seraya menegaskan penanganan juga dibantu petugas Babinsa setempat di lapangan.

Sementara itu, Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, Minggu (20/1) kemarin, membenarkan adanya penanganan pasien demam berdarah. Selain dua korban demam berdarah di atas, dia menambahkan ada lima lagi warga yang terserang demam berdarah.

Baca juga:  Musim Hujan, Petani Diharapkan Waspadai Hama Wereng dan Tikus

Kelima pasien tersebut, salah satunya I Kadek Nanda Suryadi (19) tinggal di Banjar Sangging Desa Akah, dirawat di zal F Ruang Kedondong. Kemudian ada Luh Kadek Sri Indah Yani (20) tinggal di Banjar Kaleran, Desa Manduang dirawat di Ruang Jambu, Ni Kadek Kaisra Dwi Pradnya (5) alamat di Banjar Penasan, Desa Tihingan,Banjarangkan, dirawat di Ruang Durian dan Ni Putu Eka Apriliani (4) alamat Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, dirawat di Ruang Durian. Terakhir, Ni Komang Pradnya Satya Kerti (3) yang merupakan adik dari pasien sebelumnya, yakni Ni Kadek Kaisra Dwi Pradnya (5). “Kini keduanya masih dirawat di RSUD Klungkung,” kata dr. Nyoman Kesuma.

Merebaknya demam berdarah ini, rupanya sudah terjadi secara nasional. Ini diketahui dari adanya edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. SE tersebut dikatakan sudah dikirimkan kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi maupun Kabupaten, untuk tetap siaga menghadapi kasus DBD.

Melalui surat edaran itu, setiap daerah dihimbau untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN). PSN dapat dilakukan melalui kegiatan menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk dengan cara mengimplementasikan gerakan 1 rumah 1 juru pemantau jentik (Jumantik).

Selain itu, juga meningkatkan surveilans kasus dan surveilans faktor risiko terhadap kejadian DBD, di antaranya melalui kegiatan pemantaun jentik berkala, menyediakan bahan insektisida dan larvasida untuk pemberantasan nyamuk dan jentik. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.