Gubernur Koster. (BP/dokumen Pemprov Bali)

DENPASAR, BALIPOST.com -Belum lama, Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus R. Golose mempertanyakan jawaban Gubernur Bali soal surat rekomendasi penghentian atau pembekuan sementara kegiatan 3 Ormas besar di Bali yang dibuat Polda Bali. Soal ini, Gubernur Bali Wayan Koster memastikan untuk segera merespons surat itu.

Surat itu dikirim Kapolda Bali pada April 2017 kepada Gubernur Bali saat masih dijabat Made Mangku Pastika. Koster menegaskan komitmen bahwa di Bali tidak boleh ada premanisme. “(Surat rekomendasi, red) yang itu sedang kita bahas dan prinsipnya ya kita sejalan. Itu surat kan dikirim bulan April 2017 pada gubernur sebelumnya, belum ada respons. Karena saya sekarang sebagai gubernur, ya beliau (Kapolda, red) menanyakan bagaimana responsnya, ya tentu saya akan merespons,” ujar Koster, Sabtu (12/1).

Koster juga mengucapkan terima kasih atas dorongan Kapolda mengenai rekomendasi untuk membekukan sementara 3 ormas besar di Bali. Pihaknya akan bertindak tegas terhadap aksi premanisme di Pulau Dewata. Sebab, premanisme telah membuat kehidupan masyarakat menjadi tidak tentram, tidak nyaman, dan tidak damai. “Gak boleh ada premanisme di Bali. Dengan berbagai ancamannya, dengan berbagai tindakannya yang merugikan masyarakat, merugikan kepentingan umum, ini tidak boleh ada kegiatan, aktivitas seperti itu dari organisasi apapun, ormas apapun juga di Bali,” jelasnya.

Baca juga:  Antisipasi Konflik Pilkada, Ini Dilakukan Polda Bali

Menurut Koster, di Bali harus diciptakan kenyamanan, kedamaian, dan keharmonisan kehidupan di masyarakat. Terlebih, Bali merupakan destinasi pariwisata dunia. Anarkisme ormas terdahulu yang sampai mengakibatkan korban nyawa telah mencoreng nama Bali di mata dunia. “Merugikan nama Bali di mata dunia, merusak citra Bali di mata dunia. Ini tidak boleh dibiarkan, dan harus menjadi kesadaran semua pihak, komitmen semua pihak,” tandasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.