Petugas dari kepolisian melakukan olah TKP di sekitar warung areal PPN Pengambengan lokasi ditemukan mayat. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sesosok pria ditemukan tak bernyawa di sebuah warung, di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kamis pagi (10/1). Diduga, korban seorang nelayan dari Banyuwangi. Saat ditemukan, tubuhnya terbujur kaku dalam posisi tertidur di bale tempat duduk depan warung milik Sutami (50).

Temuan itu sekitar pukul 06.30 wita, saat Sutami hendak membuka warung. Curiga kondisi korban yang terlihat lelap tidur tetapi tak bernafas, pemilik warung menyakinkan dengan menanyakan ke nelayan lainnya. Setelah dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia. Seorang petugas Pos Pol Airud yang kebetulan lewat juga memastikan korban sudah tak bernyawa.

Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Kota Negara dan Polres Jembrana datang dan mengamankan sekitar lokasi dengan memasang garis polisi.

Kapolsek Kota Negara, Kompol I Ketut Maret mengatakan, tidak ditemukan identitas lain di sekitar korban. Ciri-ciri fisik korban, tinggi badan 160 cm, jari manis tangan kiri menggunakan cincin permata warna merah serta tato di lengan kanan bermotif wajah.

Baca juga:  Curi LED TV, Nelayan Ditangkap

Selain itu korban yang mengenakan baju kaos ungu abu-abu dan celana jeans dilapisi sarung coklat tua, rambutnya diikat dibagian belakang.

Dari pemeriksaan tim medis, dari mulut korban muncul busa dan cairan pada lubang kemaluan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal lebih dari dua jam.

Selanjutnya dari hasil pengecekan Inafis Polres Jemrbana menggunakan alat Inafis Portable Sistem (IPS) identitas korban tidak teridentifikasi. Namun dari informasi nelayan, korban diketahui bernama Mamat asal Probolinggo, Jawa Timur.

Selanjutnya untuk mengamankan, mayat disimpan di ruang jenasah Rumah Sakit Umum Negara sambil menunggu keluarga dari Jawa. (surya dharma/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.