Para perbekel di Nusa Penida mengecek langsung permasalahan yang dihadapi PLN di lokasi pembangkitnya. (BP/istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – PLN ULP (Unit Layanan Pelanggan) Klungkung, akhirnya menerangkan alasan dibalik kebijakan pemadaman bergilir yang dilakukan di Kecamatan Nusa Penida. Manajer PT PLN (Persero) ULP Klungkung, Gusti Putu Agus Wiadi, Rabu (9/1) menyampaikan pemadaman bergilir akan dilakukan hingga 20 Januari.

Ia meminta para pelanggan berhemat agar dampak pemadaman tidak semakin meluas. Ditegaskan, sistem kelistrikan di tiga Nusa (Nusa Gede, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan) saat ini dipasok oleh PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Kutampi, berkapasitas 12 MW (megawatt) dengan beban puncak pada Desember 2018 sebesar 7,9 MW.

Saat ini, perbaikan 7 unit mesin pembangkit di Nusa Penida, karena dilakukan penggantian bahan bakar menjadi HSD (B-20) (bahan bakar yang campuran solar dengan minyak kelapa sawit), dari sebelumnya menggunakan bahan bakar solar murni HSD (B-0). Ini sesuai dengan kebijakan baru pemerintah pusat melalui Kementrian ESDM.

Rupanya, kebijakan pemerintah pusat ini amat berdampak bagi pelayanan PLN. Akibat perubahan bahan bakar ini, operasional mesin menjadi terganggu, dan harus segera dilakukan perbaikan.

Proses perbaikan mesin ini, mengakibatkan pasokan daya turun drastis menjadi 5,9 MW. PLN ULP Klungkung tidak memungkiri adanya penurunan pasokan daya tersebut. Sehingga, in mengakibatkan tidak ada pilihan lain selain melakukan pemadaman bergilir. Putu Agus Wiadi menerangkan bahwa pemadaman bergilir dilakukan agar kebutuhan listrik di tiga Nusa bisa tetap terpenuhi. “Kami prediksi kondisi ini akan berlangsung hingga 20 Januari 2019,” katanya.

Baca juga:  Two Bulgarian Suspected to Commit Skimming

Setelah proses perbaikan selesai, dia menjamin pasokan daya akan kembali normal. Atas terganggunya pelayanan kepada pelanggan di Nusa Penida, dia meminta maaf. Terkait kondisi ini, PLN juga menghimbau masyarakat untuk mengurangi pemakaian listrik sementara waktu terutama pada saat beban puncak (18.00-20.00 Wita).

Caranya dengan melakukan beberapa langkah. Di antaranya menyalakan lampu secukupnya, mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengalihkan kegiatan yang menggunakan alat-alat listrik berdaya besar (setrika, mesin cuci, oven dan lainnya) pada pagi hari. Kebiasaan ini akan mampu mencegah pemadaman kian meluas.

Di sisi lain, Ketua Forum Perbekel Nusa Penida, Ketut Gede Arjaya, Rabu (9/1) mengajak perbekel se- Nusa Penida melihat dari dekat kondisi operasional PLN. Karena dalam dua bulan terakhir, layanan PLN sering mati.

Banyak warga di setiap desa mempertanyakan, sehingga perbekel juga bisa memberikan jawaban yang benar. “Kami ingin tahu masalah sebenarnya, dan bagaimana usaha yang dilakukan,” kata Perbekel Lembongan ini.

Sebagai perbekel di daerah pariwisata seperti Lembongan, dia mengakui pemadaman bergilir ini sangat berdampak terhadap kegiatan parwisata. Aktivitas bisnis sangat tergantung dengan kebutuhan dasar, seperti listrik dan air bersih.

Ia mengakui, banyak operator hotel, vila dan restoran mengeluh. Ia berharap hasil komunikasinya dengan pihak PLN dapat memberi informasi yang benar kepada warga. Sehingga, sementara dapat memaklumi situasi sulit yang dihadapi PLN. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.