Suasana penyeberangan Kusamba-Nusa Penida. Abrasi menyebabkan penyusutan wilayah Klungkung. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Klungkung menjadi kabupaten terkecil di Bali. Luas wilayahnya hanya 31.500 hektare atau hanya 5,59 persen wilayah Provinsi Bali. Wilayah yang sudah terkecil, kini diperparah dengan semakin menyusutnya wilayah Klungkung.

Sesuai data hitung spasial atau data BIG, kini luas wilayah Klungkung, hanya 31.393 ha atau berkurang 107 ha. Fakta ini terungkap saat Pemkab Klungkung menerima kunjungan Tim Pansus DPRD Bali terhadap pembahasan Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali tahun 2009-2029, di Ruang Rapat Praja Mandala pada Senin (7/1).

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, mengatakan menyusutnya wilayah Klungkung, didominasi karena faktor abrasi yang amat parah. Seperti yang terlihat di Kecamatan Nusa Penida, seluruh tanggul rusak parah diterjang gelombang pasang. Demikian juga wilayah pesisir Klungkung di pulau Bali, juga sebagian besar terkikis abrasi.

Guna mencegah dampak lebih parah, dia ingin mempercepat proses perbaikan tanggul-tanggul tersebut. Ini sesuai dengan aspirasi masyarakat pesisir, yang melihat penomena alam ini sudah semakin sulit diprediksi.

Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida soal penanganan tanggul ini. “Kami juga meminta dukungan DPRD Bali, untuk mengawal ini. Agar, wilayah kami yang sudah paling kecil, tidak semakin menyusut,” kata Bupati Suwirta.

Baca juga:  Jalan Raya Banyuatis-Seririt Jebol

Sebagaimana data pemerintah daerah, proporsi daratan hanya sepertiga di pulau Bali, berbanding dua per tiga di kepulauan. Wilayah kepulauan ini, di antaranya ada tiga pulau berpenghuni (Nusa Gede, Lembongan dan Ceningan) serta 17 pulau kecil lain di sekitarnya yang tidak berpenghuni. Kecamatan Nusa Penida mewilayahi 64,39 persen wilayah Klungkung, disusul Kecamatan Banjarangkan 14,52 persen, Kecamatan Dawan 11,87 persen dan Kecamatan Klungkung 9,22 persen.

Ketikdakseimbangan wilayah akibat perbedaan aksesibilitas, telah menjadi fokus bersama, khususnya Tim Pansus DPRD Bali. Apalagi melihat variasi ekosistem daratan, pesisir, laut dan kepulauan, Ketua Tim Pansus Kariyasa Adnyana, menegaskan DPRD Bali mendukung penuh upaya pengembangan lebih cepat kepulauan Nusa Penida.

Belum lagi jika dilihat kawasan perairan Nusa Penida sebagai Kawasan Konservasi Perairan, namun pengelolaannya dirasakan belum optimal. Sehingga, pengembangan kawasan stategis pariwisata Nusa Penida perlu dukungan infrakstruktur. “Berbekal enam keputusan menteri dan satu keputusan presiden, menjadi dasar kami ke pusat untuk memberikan perhatian yang lebih bagi Nusa Penida. Satu kementrian saja bisa mengucurkan dana Rp 200 miliar, kita sudah punya dana Rp 1 triliun lebih,” kata Bupati Suwirta.

Ia menegaskan Klungkung sebagai satu-satunya kabupaten dengan wilayah kepulauan di Bali, dengan kekayaan alam bawah laut sebagai tulang punggung wisata bahari Bali. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.