Diduga akibat bambu yang digunakan rapuh, stand Kuliner di Denpasar Festival 2018 yang berada di Jalan Veteran, Minggu (30/12) roboh. Stand tersebut ditempati oleh 8 pedagang hancur berantakan. Pihak panitia mengatakan robohnya stand kuliner itu karena angin kencang. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

 

DENPASAR, BALIPOST.com – Diduga akibat bambu yang digunakan rapuh, stand Kuliner di Denpasar Festival 2018 yang berada di Jalan Veteran, Minggu (30/12) roboh. Stand tersebut ditempati oleh 8 pedagang hancur berantakan. Pihak panitia mengatakan robohnya stand kuliner itu karena angin kencang. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Salah satu pedagang Komang Adi Candra,, mengungkapkan, robohnya stand tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Adi memprediksi, robohnya stand tersebut akibat dari bahan bambu yang digunakan sudah terlihat rapuh. Selain itu, sebelum ditempati pedagang stand tersebut juga sudah terlihat miring karena tanpa penyangga yang kuat dilakukan oleh tukang yang mendirikan tempat itu.

Menurut Adi, kendati tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun bapaknya yang tengah berada di dalam stand tangannya sempat terjepi bambu beruntung tidak terkena luka serius. Bahkan saat kejadian juga masih sepi sehingga tidak ada pengunjung yang terluka. “Ada yang kena bahunya keburu lari, tapi tidak apa-apa pas kondisinya sepi. Syukurnya waktu itu belum ramai seperti kemarin,” imbunya.

Baca juga:  Pantai Jerman Ditata, Pengerjaan Capai 76 Persen

Pedagang lainnya Ayu Arni yang tengah berjualan juga mengatakan hal yang sama. Arni mengaku tidak menyangka stand warung makannya roboh. Beruntung barang dagangannya juga tidak ada yang rusak. “Untung tidak ada yang rusak soalnya jatuhnya ke depan. Kalau ke belakang hancur dagangan saya. Padahal anginnya tidak begitu kencang sih tadi,” terangnya Terkait kejadian tersebit, Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar, Made Sariawan mengaku sudah mengganti stand yang roboh dengan menggunakan tenda yang di sewa.

Kata dia, robohnya stand tersebut akibat dari angin yang cukup kencang. “Karena angin kencang, jadi standnya roboh sudah ditangani dengan tenda dan pedagang sudah bisa berjualan kembali,” jelasnya.

Terkait dengan rapuhnya bambu yang dipakai Sariawan mengaku tidak mengetahui hal tersebut karena sudah dikerjakan oleh tukang. (Asmara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.