Pemasangan tanggul yang dilakukan jajaran TNI dan warga untuk mencegah pengikisan jalan akibat banjir bandang. (BP/kmb)

NEGARA, BALIPOST.com – Banjir bandang yang terjadi di Sungai Biluk Poh Kelurahan Tegalcangkring Mendoyo Sabtu (22/12) malam lalu selain merusak puluhan rumah juga fasilitas jalan.

Dari pengamatan jalan utama Denpasar Gilimanuk di sebelah barat jembatan Biluk Poh tersebut beberapa titik rawan jebol dan sudah terkikis. Guna menghindari jalan tersebut tidak semakin jebol, jajaran TNI dan warga memasang tanggul sejak Senin (24/12) lalu. Hingga Kamis (27/12) pemasangan belum selesai karena terbentur hari raya.

Belasan anggota TNI dari Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara, melakukan pengumpulan pasir di dalam sak berukuran 25 kilogram. Tanggul dibuat di sebelah barat sebelum jembatan Biluk Poh, Desa Tegal Cangkring Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Anggota Kodim 1617/Jembrana dan Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara melakukan pembuatan tanggul tersebut dan dipantau Dandim Jembrana.  Tanggul ini dibuat supaya tanah tidak terkikis air.

Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok mengatakan pihaknya berupaya maksimal memberikan bantuan untuk warga terdampak banjir.  Bersama elemen lainnya, pihaknya bergotong-royong membantu membersihkan sampah dan lumpur yang masuk ke rumah warga. “Kami juga membantu menyingkirkan puing-puing bangunan yang roboh,” kata Djefri.

Baca juga:  Ruas Jalan di Kuta Selatan Kebanjiran, Terparah di Lokasi Ini

Dikatakannya  fokus pembersihan itu adalah rumah warga di sekitar sungai Biluk Poh yang merupakan perbatasan Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Penyaringan, dimana seluruh rumah di lokasi itu diterjang banjir bandang yang membawa material lumpur dan kayu-kayu besar.

Menurutnya, sebagai seorang prajurit anggota TNI harus siap ditugaskan dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun, terlebih bagi masyarakat yang sedang terkena musibah seperti di Kabupaten Jembrana ini. “Saat air mulai surut, kami bersama aparat dari institusi lainnya fokus membersihkan jembatan Biluk Poh dari material banjir agar segera bisa dilalui kendaraan yang melintasi jalan nasional Denpasar-Gilimanuk,” katanya.

Pemasangan tanggul juga untuk mencegah terjadi pengikisan jalan sehingga tidak jebol.
(kmb/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.