Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti saat meninjau layanan Hemodialysis atau cuci darah di BRSU Tabanan, Selasa (18/12). (BP/san)

TABANAN, BALIPOST.com – Melihat kebutuhan akan kamar serta tindakan cuci darah yang meningkat setiap tahunnya ini, BRSU Tabanan melakukan penambahan tempat tidur serta penambahan mesin hemodialysis (HD) atau cuci darah. Peresmian gedung rawat inap Cempaka serta gedung layanan Hemodialysis Centre atau cuci darah dilakukan Selasa (18/12), oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti.

Menurut Direktur BRSU Tabanan, dr. Nyoman Susila, untuk Gedung rawat inap Cempaka
dibangun dengan dana alokasi khusus (DAK) pemerintah pusat sebesar Rp
14 milyar.

Gedung terdiri dari lantai tiga dimana lantai satu untuk layanan rawat inap HCU (High Care Unit) dengan 12 tempat tidur dan ruang isolasi sebanyak enam tempat tidur sementara lantai dua dan tiga ruang rawat inap biasa kelas III masing-masing 30 tempat tidur.

Awalnya Gedung Cempaka ini merupakan ruangan rawat inap dengan 24 tempat tidur. Dibangun kembali menjadi gedung lantai III dan kapasitasnya menjadi 79 tempat tidur. Dengan penambahan tempat tidur di Gedung Cempaka ini, kini total kapasitas tempat tidur di BRSU yang awalnya 225 menjadi 280. “Dengan penambahan tempat tidur untuk kelas III ini, bisa mengurai antrian tempat tidur di BRSU Tabanan,” katanya.

Layanan lain yang ditambah kapasitasnya adalah layanan hemodialisis atau cuci darah. Selain mesin cuci darah ditambah dari 27 menjadi 40, gedung juga dibangun agar bisa menampung tambahan mesin tersebut.

Menurut Susila, bantuan ini dari CSR hingga pihak BRSU menerima dalam bentuk gedung dan mesin. Adanya tambahan mesin cuci darah tentu sangat membantu terutama untuk melayani pasien gagal ginjal di Tabanan. “Karena kekurangan alat, beberapa pasien ada yang berobat sampai ke Denpasar. Dengan adanya tambahan alat ini, mereka yang dulu harus berobat  RSUP Sanglah ada yang bisa ditangani disini,’’ jelas Susila.

Baca juga:  Tukar APAR Rumah Sakit, Rekanan Diciduk Polisi

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastruti mengatakan adanya tambahan tempat tidur serta tambahan mesin untuk layanan cuci darah di BRSU tentu harus diiringi dengan kualitas pelayanan. ‘’Pelayanan harus terus ditingkatkan terlebih dengan adanya tambahan fasilitas,’’ ujarnya.

Kata Bupati Eka, semakin lengkap dan bertambahnya layanan di BRSU Tabanan bukan berati masyarakat harus semakin banyak yang sakit. Tetapi ia menghimbau agar masyarakat lebih mementingkan langkah pencegahan daripada pengobatan.

‘’Layanan sekarang sudah semakin bertambah dan berkualitas. Tetapi akan lebih baik agar masyarakat melakukan tindakan pencegahan agar tidak sakit,’’ jelasnya.
Ia melanjutkan dari 80 pasien cuci darah per hari yang dilayani BRSU Tabanan semuanya dikarenakan penyakit yang seharusnya bisa dicegah sejak dini seperti diabetes, hipertensi dan kecing batu.

‘’Kalau menerapkan pola hidup sehat, makan teratur, dan istrirahat cukup tentu
penyakit pemicu gagal ginjal ini bisa dicegah. Tidak hanya penyakit
ini, tetapi semua penyakit bisa dicegah dengan penerapan pola hidup
sehat,’’ imbaunya. (wira sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.