TABANAN, BALIPOST.com – Mengantisipasi terjadinya gangguan ketentraman dan ketertiban jelang peringatan Natal dan Tahun baru, khususnya kemacetan di jalur obyek wisata, Satpol PP Tabanan dipimpin langsung Kasatpol PP I Wayan Sarba, Senin (17/12) turun mengecek jalur Bedugul. Pihaknya ingin memastikan jalur menuju obyek wisata DTW Ulundanu Beratan dan Kebun Raya tidak ada material di pinggir jalan serta pedagang musiman.

Pasalnya, dua faktor tersebut menjadi salah satu pemicu terjadinya kemacetan yang cukup parah. “Hasil pantauan dilapangan, ada dua titik kemungkinan penyebab terjadinya macet seperti proyek trotoarisasi di pintu masuk kebun raya dan pedagang yang banyak berjualan di tikungan,” ucap Sarba.

Mendapati hal itu, pihaknya juga langsung melakukan pembinaan agar untuk proyek trotoarisasi bisa segera rampung sampai dengan 20 Desember. Dan itupun dikatakan Sarba sudah disanggupi oleh pekerja yang mengatakan proyek bisa diselesaikan pada tanggal 20 Desember 2018.

Sementara untuk pedagang yang masih ditemukan berjualan di tikungan jalan, meski kerap kali dilakukan penertiban masih tetap saja membandel dan terkesan ‘kucing-kucingan’ dengan petugas Satpol PP ditegaskan agar di atas 20 Desember tidak lagi berjualan di pinggir jalan karena dikhawatirkan menjadi pemicu kemacetan. “Saat ini saja sudah ada peningkatan kunjungan wisatawan ke obyek wisata di Danau Beratan dan Kebun Raya, banyak bus besar sudah mulai padat di atas (Baturiti, red),” ucapnya.

Baca juga:  Ngamuk, ODGJ Diamankan Satpol PP

Tak hanya kali ini, untuk lebih memaksimalkan pengawasan, jelang Nataru pihaknya juga akan kembali menerjunkan petugas Satpol PP untuk melakukan kegiatan patroli. Bahkan Satpol PP juga telah melakukan koordinasi dengan pihak pengelola obyek wisata Ulundanu Beratan yang mengatakan telah menyiapkan petugas khususnya dalam mengatasi parkir yang kemungkinan membludak saat libur sekolah dan pergantian tahun.

Begitupun untuk kawasan Joger yang selalu dipadati bus pengunjung, Satpol PP juga telah melakukan koordinasi dengan pemiliknya. Pemilik joger akan mengosongkan kawasan bagian depan joger dan telah menyediakan lahan parkir khusus bus. “Jadi apapun faktor pemicu kemacetan yang cukup parah minimal bisa diatasi, kami juga cek material di sepanjang jalur obyek wisata,” pungkasnya.

Tidak hanya menyasar DTW Ulun Danu Beratan, kegiatan serupa juga akan dilakukan di jalur menuju obyek wisata lainnya seperti Tanah Lot dan Jatiluwih. (Pyspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.