Proyek Gedung Balai Budaya Badung yang atapnya ambruk rabu lalu (12/12). (BP/par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Ambruknya rangka baja pada bagian atap gedung balai budaya Graha Mangu Mandala, Rabu (12/12) lalu rupanya terendus wakil rakyat di DPRD Badung. Bahkan, legislator berencana memanggil instansi terkait guna memastikan kasus tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Badung, I Wayan Luwir Wiana, mengatakan lembaga dewan yang memiliki kewenangan pengawasan, sehingga dalam waktu dekat akan melakukan rapat kerja secara internal.

“Belum apa-apa sudah ambruk. Ini sangat kami sayangkan. Makanya, nanti kalau keputusan rapat perlu memanggil pihak-pihak terkait, sekalian kami akan cari tahu apa, bagaimana bisa rangka atap sampai ambruk,” ujar Luwir, Senin (17/12).

Menurutnya, rapat yang akan dilakukan guna memutuskan perlu tidaknya memanggil instansi terkait termasuk pihak rekanan untuk menggali informasi penyebab ambruknya rangka baja tersebut secara lebih mendalam.

“Kami akan lakukan rapat segera, termasuk meminta arahan dari pimpinan. Hasil rapat kerja tersebut yang akan memutuskan, apakah dewan akan memanggil instansi terkait atau tidak,” tegasnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengakui menyesalkan ambruknya rangka baja atap gedung balai budaya Graha Mangu Mandala. Komisi yang membidangi salah satu masalah pembangunan ini menegaskan akan ikut mengawasi jalannya proyek, supaya betul-betul sesuai perencanaan.

Baca juga:  Gempa Tak Pengaruhi Penerbangan di Bandara Ngurah Rai

Ketua DPRD Badung I Putu Parwata meminta supaya instansi terkait untuk terus mengawasi seluruh proyek yang sedang dikerjakan. Tujuannya mengantisipasi kasus seperti ini terjadi.

“Kami pun akan ikut mengawasi, karena dewan juga punya kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah,” tegasnya.

Seperti diketahui, ambruknya rangka baja atap gedung budaya yang tengah dibangun Pemkab Badung mengakibatkan empat orang pekerja harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena menderita luka-luka. Musibah ini terjadi pada pukul 10.00 Wita. Rangka baja yang hendak dipasang tiba-tiba jatuh dan menimpa crane yang tepat berada dibawahnya. Crane pun rusak parah pada bagian body. Pembangunan gedung balai budaya (Graha Mangu Mandala) dikerjakan oleh PT Tunas Jaya Sanur. Pagu anggaran proyek ini kurang lebih Rp 336 miliar, namun oleh pihak rekanan ditawar Rp 317 miliar. Proyek ini berdiri di lahan seluas 4 hektar dengan total luas bangunan gedung kurang lebih 1,8 hektare. Diatrget proyek selesai pada tahun 2019 mendatang. Sesuai perencanaan awal, gedung ini didesain bisa menampung sekitar 2.600 penonton. Selain itu juga dilengkapi piranti pendukung lainnya seperti LED, sound system dan lighting yang berstandar internasional. (parwata/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.