Ilustrasi. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Tabanan memiliki ratusan Koperasi baik yang berkecimpung dalam unit usaha simpan pinjam maupun jasa. Di tengah persaingan ketat ini, koperasi baru terus tumbuh di Tabanan. Untuk 2018 tercatat ada sebelas koperasi baru.

Adanya tambahan sejumlah koperasi baru ini menyebabkan jumlah koperasi yang ada di Tabanan menjadi 568 koperasi. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah, Minggu (16/12) mengungkapkan tahun ini ada 11 koperasi baru di Tabanan. Sebelas koperasi ini masing-masing terjun ke unit usaha koperasi jasa (3 unit), koperasi konsumen (6 unit), dan sisanya merupakan koperasi yang bergerak dalam bidang Koperasi Simpan Pinjaman (KSP).

Di tengah pertumbuhan koperasi tiap tahunnya, Tabanan juga mengantongi koperasi tidak aktif dalam jumlah yang tidak sedikit. Berdasarkan data terakhir ada sekitar 129 koperasi yang tercatat tidak aktif.

Karenanya, untuk meningkatkan kualitas dari Koperasi yang ada di Tabanan, Dinas Koperasi bersama Dekopinda telah melakukan roadshow ke sejumlah kecamatan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan gerakan koperasi di tingkat kecamatan sehingga bisa membangun kerjasama diantara koperasi dan saling memberikan informasi terkait perkembangan koperasi. “Hal ini sekaligus untuk menyikapi kekurangan maupun kelebihan dana pada masing-masing koperasi agar bisa dimanfaatkan guna kemajuan perkoperasian di Tabanan nantinya. Selain itu, gerakan koperasi tersebut juga bertujuan untuk bisa ikut memantau pergerakan koperasi yang berpotensi menyimpang dari aturan,” ujarnya.

Baca juga:  Tiga Solusi Perkuat Koperasi

Selain koperasi baru yang tumbuh dan koperasi yang tidak aktif, tahun ini pun ada koperasi yang diusulkan untuk dibubarkan. Koperasi ini masuk dalam data koperasi tidak aktif yang berjumlah 129.

Dibubarkannya koperasi ini karena selain tidak melakukan RAT selama dua tahun berturut-turut, juga sudah tidak mampu bangkit kembali meski sudah diberikan kesempatan. Menurut Dalem Tresna ada sekitar 38 koperasi tahun ini yang diusulkan kepada Kementerian Koperasi untuk dibubarkan.

Sambungnya, terkait pencapaian RAT pada 2018 ini untuk tahun buku 2017 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2017 untuk tahun buku 2016, pencapaian RAT koperasi di Kabupaten Tabanan mencapai 354 yang merupakan gabungan koperasi primer dan koperasi sekunder. Sedangkan untuk 2018 untuk tahun buku 2017, pencapaian RAT hanya 325.

Papar Dalem Tresna, penurunan pencapaian RAT tersebut disebabkan meningkatnya jumlah koperasi yang tidak aktif pada tahun ini. “Pada 2017 koperasi tidak aktif di Tabanan mencapai 107, sedangkan tahun ini jumlah koperasi tidak aktif menjadi 129 koperasi,” ujarnya. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.