Petugas melakukan vaksinasi antirabies. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kasus gigitan anjing yang menularkan virus rabies di Buleleng nampaknya masih tergolong tinggi. Terbukti, catatan Dinas Pertanian (Distan) Buleleng ditemukan puluhan kasus positif rabies pada anjing.

Temuan anjing positif tertular virus berbahaya ini tepatnya berjumlah 24 kasus terjadi di beberapa desa di Bali Utara. Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Distan Buleleng Drh. Wayan Susila belum lama ini mengatakan, temuan anjing yang positif tertular rabies berawal dari laporan kasus gigitan anjing. Dari laporan itu, pihkanya kemudian menrunkan tim khusus untuk menelusuri kasus itu.

Tim tersebut juga mengambil sampel otak anjing yang kemudian diuji di Balai Besar Viteriner (BB-Vet) Denpasar. Dari penelitian sempel otak anjing itu, menunjukkan hasil positif tertular rabies pada anjing. “Hasil penelusuran setelah ada laporan gigitan ajing sampai bulan ini ada 24 kasus gigitan anjingnya positif tertular virus rabies dan lokasinya menyebar di beberapa kecamatan di Buleleng,” katanya.

Baca juga:  Maret, Buleleng Gulirkan Vaksinasi Rabies Massal

Menurut pria yang juga menjadi Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Buleleng, dari catatan kasus anjing positif rabies itu menunjukkan kalau anjing di Buleleng berpotensi tertular virus rabies. Untuk itu, tidak henti-hentinya pemerintah mengajak masyarakat yang memelihara anjing agar memperlakukan hewan peliharaan dengan baik.

Cara ini dapat dilakukan dengan mengikat atau mengandangkan anjing peliharaan dan merawat dengan baik. Selain itu, pemilik juga dihimbau agar rutin mencari suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) baik disediakan di Distan. “Laporan kami melakukan penanganan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tujuannya agar anjing yang sudah tertular itu tidak mengigit anjing-anjing lain. Kami juga menyarankan pelihara anjing dengan baik dan jangan diliarkan,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.