Ni Made Suparmi. (BP/nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mantan pesilat andalan Bali Ni Made Suparmi, kini justru menjabat Ketua Umum Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Bali. Bahkan, Suparmi juga dipercaya menjadi Sekjen PP IODI.

Dia mengisahkan, mulai belajar silat sejak 1991 silam, persisnya ketika duduk di kelas III SMP PGRI 4 Denpasar di Pegok (dulu SMP 15 PGRI Badung). “Saya mengambil ekstrakurikuler di sekolah,” kenang wanita kelahiran Denpasar, 27 Juni 1978 ini.

Baru berlatih pencaksilat tiga bulan dari PSPS Bakti Negara, Suparmi meraih juara Porjar Denpasar dan Porjar Bali. “Kalau di perguruan, jurus andalan saya ini tendangan selosor, sebab jangkauannya panjang,” ujar ibu tiga anak bertinggi 172 cm ini.

Bakat dan talenta Suparmi makin berkembang, apalagi baru tiga bulan menekuni silat, sudah bisa juara. Dituturkan istri mantan pesilat Wayan Mariyana Wandhira ini, setamat SMP, Suparmi melanjutkan SMAN 2 Denpasar (Resman). Bermodal tinggi badan plus ditopang paras cantik, Suparmi pun menjadi model dan bergabung bersama Montana Modelling.

Prestasi silat Suparmi makin berkibar. Ia turun di kelas B (50-55 kg), pada PON XIV/1996 di Jakarta, dan meraih perak. Selanjutnya, peraih perak dan emas diadu, Suparmi unggul hingga masuk skuad timnas SEA Games. Suparmi menyumbang perak, pada SEA Games di Brunei (1999). Suparmi kembali meraih perak, pada PON XV/2000 di Jatim.

Baca juga:  Seleknas Dansa SEA Games di Bali

Ia pun resmi menikah dengan atlet PON XV Bali Wayan Mariyana Wandhira. Suparmi pun mendapat tawaran dari Sekjen PB IPSI Rizal Chaniago menjadi pelatih bela diri asal Vietnam yakni vovinam, berikut merekrut pesilat Bali untuk menjadi atlet vovinam. “Astungkara, vovinam mendulang 6 enam pada Sea Games di Jakarta (2011), dan menyabet 4 emas, pada SEA Games di Myanmar (2013),” jelasnya.

Pada 2013, cabor dansa ekshibisi pada Porprov Bali XI di Denpasar. Suparmi menjabat ketua umum Pengkot IODI Denpasar, bahkan pada musprov, Suparmi terpilih menjabat Ketua Umum Pengprov IODI Bali menggantikan Titing Alit Putra. Suparmi menyoroti penilaian subjektif, saat PON XIX 2016 di Jabar. “Hampir seluruh Pengprov , termasuk IODI Bali, mengeluhkan sistem penjurian di PON,” keluhnya.

Saat ini, tercatat 21 Pengprov IODI telah menyiapkan atletnya, guna berlaga di ajang Pra PON, yang dibagi dalam tiga wilayah dan tiap zona di seluruh provinsi. Bali sendiri menjadi tuan rumah Pra PON, yang diikuti atlet Sumut, Jambi, Papua Barat, DIY, Jateng, dan Kalsel, pada 15-16 Agustus, tahun depan. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.