Anak-anak sedang memancing di Dermaga Kedisan, Bangli. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Rencana perevitalisasian beberapa dermaga penyeberangan di Danau Batur belum bisa direalisasikan Pemkab Bangli pda tahun depan. Terbatasnya anggaran menjadi kendala utama Pemkab.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli Gede Arta saat dikonfirmasi Rabu (12/12) mengakui hal itu. Dia menjelaskan bahwa rencana revitalisasi dermaga belum bisa direalisasikan tahun depan karena keterbatasan anggaran. Alasan kedua, karena status tanah dermaga masih tercatat milik pemerintah pusat. “Sekarang masih sedang diurus dibalik nama agar menjadi milik Pemkab. Sebenarnya sudah lama dihibahkan,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan Gede Arta, sesuai rencana, pada 2019 mendatang ada tiga dermaga yang akan direvitalisasi. Tiga dermaga yang dimaksud yakni Dermaga Kedisan, Dermaga di Pusat Desa Terunyan, dan dermaga di Kuburan Terunyan. Tiga dermaga itu rencananya akan dibangun dengan konsep dermaga apung.

Tujuannya agar ketika air Danau Batur pasang, dermaga tidak lagi tenggelam seperti dermaga yang ada saat ini. Sesuai perhitungan, biaya yang dibutuhkan untuk merevitalisasi ketiga dermaga itu sekitar Rp 5-7 miliar. “DED-nya (Detail Engineering Design) untuk dermaga di Kedisan, Terunyan Desa dan Kuburan sudah selesai. Tapi belum bisa dianggarkan. Kita sudah ajukan ke pusat belum ada realisasi, di daerah juga belum bisa dianggarkan,” terangnya.

Baca juga:  Kelanjutan Rencana Renovasi Pasar Seni Sukawati Dipertanyakan Pedagang  

Diakui Gede Arta, secara umum kondisi seluruh dermaga yang ada di Danau Batur sudah rusak. Dari total empat dermaga yang ada, yakni Kedisan, Terunyan Desa, Kuburan dan Toya Bungkah, yang masih bisa berfungsi saat kondisi air danau surut hanya yang di Kedisan. Sementara tiga lainnya sudah rusak dan tenggelam. “Tinggal masih beton-betonnya saja,” ujarnya.

Kerusakan dermaga itu sudah terjadi cukup lama sekitar 5 hingga 10 tahunan terakhir.

Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra secara terpisah juga mengakui bahwa DED untuk revitalisasi dermaga sudah selesai dibuat. Karena membutuhkan biaya yang cukup besar, Pemkab Bangli sempat mengajukan permohonan bantuan pembiayaan ke Kementerian Perhubungan. Hanya saja belum membuahkan hasil. “Kita coba lagi ajukan ke Kementerian Perhubungan nanti,” jelasnya.

Dikatakan juga oleh Giri Putra bahwa belum dianggarkannya perbaikan dermaga dalam APBD karena anggaran yang dimiliki daerah cukup terbatas. Masih ada sejumlah kegiatan yang dinilai lebih prioritas, salah satunya penyelesaian kegiatan hotmix. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.