Bade Palebon yang beratnya mencapai 15 ton sedang tahap pengerjaan. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Palebon untuk penglingsir Puri Blahbatuh, I Gusti Ngurah Djelantik akan digelar pada 18 Desember. Keputusan ini diambil setelah melakukan parum di keluarga besar Puri Blahbatuh. “Sudah dipastikan palebon 18 Desember mendatang,” ucap putra almarhum A.A Ngurah Kakarsana, Selasa (11/12).

Dikatakan palebon untuk penglingsir Puri Blahbatuh generasi ke XXIV sudah disiapkan bade setinggi 24 meter. Uniknya bade ini tidak menggunakan tumpang. “Bade ini tidak pakai tumpang, karena padma negara, seperti padmasana tapi mekereb,” jelasnya.

Dikatakan Bade ini sudah dikerjakan sejak 3 minggu lalu. Hingga kini bade tersebut sudah rampung sekitar 85 persen. “Tinggal pekerjaan lagi sedikit, jadi dipastikan Bade sudah siap sebelum hari H,” ucapnya.

Diungkapkan saat hari H, Bade dengan bobot sekitar 15 ton ini akan diusung dari Puri Blahbatuh ke arah barat menuju Setra Ageng Blahbatuh. Mengusung Bade itu akan dibagi dalam 10 etape.

Untuk satu kali etape akan diusung oleh 300 krama. “Sehingga akan ada sekitar 3.000 Krama yang ikut mengusung Bade menuju Setra Ageng Blahbatuh,” ucapnya.

Baca juga:  Krama Desa Pakraman Sanih Gelar Nyepi Wali

3.000 krama ini berasal dari 13 Banjar, delapan banjar diantaranya ada di Desa Blahbatuh, sementara sisanya seperti banajr Blangsinga, Bona dan lainya. “Selain Bade, krama juga akan dibagi dalam mengusung lembu menuju setra,” ucapnya.

Agung Kakarsana mengakui palebon seperti ini kemungkinan akan menjadi daya tarik wisata, terlebih Puri Blahbatuh saat ini sudah dibuka untuk wisata. “Memang ada sejumlah asosiasi pariwisata yang menanyakan, dan sudah kita sampaikan rangkaian acaranya,” ucapnya.

Agung Kakarsana sendiri menegaskan dalam penyelenggaraan palebon ini, pihaknya hanya menjalankan tradisi untuk penglingsir Puri Blahbatuh yang meninggal. “Kami hanya berupaya menjalankan tradisi, sebagai persembahan terakhir untuk almarhum,” tandasnya.

Penglingsir Puri Blahbatuh, I Gusti Ngurah Djelantik meninggal pada Kamis (15/11). Almarhum wafat di usia 74 tahun, setelah cukup lama berjuang melawan penyakit diabetes.

Diketahui almarhum meninggalkan lima orang anak A.A. Ayu Prawaniti, I Gusti Ngurah Jelantik, A.A Ngurah Kakarsana, A.A Ngurah Teja Kusuma dan A.A. Ngurah Putra Narayana. Selain itu almarhum juga meninggalkan lima orang cucu. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.