Para peserta Grand Indonesia Open Achery Championship, bersiap membidikkan anak panah, pada sasaran, di Lapangan Renon, Senin (10/12). (BP/nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kejuaraan panahan bertajuk ‘Grand Indonesia Open Archery Championship’, di gelar di lapangan renon, mulai Senin (10/12). Kejuaraan diikuti 550 pemanah dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Ketua Umum PP Perpani Kelik Wirawan, menyatakan, melalui ajang ini diharapkan lahir atlet panahan yang berbakat dan bertalenta. Kelik Wirawan mengakui, saat ini terdapat atlet panahan nasional yang menghuni pelatnas, namun ingin melakukan rekrutmen atlet berdasarkan prestasi yang baku. ‘’Kami ingin merekrut atlet dengan standar baku,’’ tuturnya.

Artinya, kata dia, seleknas terbuka, transparansi, menjunjung tinggi sportivitas, serta fair-play, sehinga tidak terkesan like and dislike.

Disinggung absennya pemanah Jatim pada event ini, Kelik menegaskan, dirinya juga tidak tahu persis permasalahannya. ‘’Kami akan mengecek mengapa mereka tidak turun, pada event bergengsi ini, maklum saya masih baru menjadi ketua umm PP Perpani,’’ kilahnya. (Daniel/balipost)

Baca juga:  Dualisme Pengkot TI Denpasar Masih Berlarut

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.