Pesatnya pertumbuhan penduduk Bali membuat tingkat penggunaan ruang tinggi. Bahkan yang saya rasakan saat ini, ketika pembangunan rumah dan fasilitas pariwisata menjamur, pengawasan terhadap tata ruang lemah.

Yang saya khawatirkan ke depan adalah tak ada lagi kawasan hijau di Bali. Ini karena pejabat saya lihat tak ada yang memiliki concern terhadap hal ini. Mereka lebih senang mengurus investasi, bicara politik dan bansos. Kalau urusan tata ruang bisa dihitung dengan jari pejabat mana saja yang peduli.

Bahkan karena pesatnya pembangunan kini istilah DAS (Daerah Aliran Sungai) jarang kita dengar. Jangan-jangan istilah ini juga tak diingat pejabat di Bali. Buktinya kini orang bisa membangun di tepi jurang di tepi sungai bahkan dijalur hijau. Yang jelas pengawasan DAS kini sangat lemah.

Baca juga:  Bansos Rastra Mulai Disalurkan, Sasar 8.560 KPM

I Ketut Subrata

Tabanan, Bali

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.