Petani di Subak Giri, Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan menunjukkan lahan yang kerap diserang monyet. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Petani dari beberapa subak abian di Kecamatan Dawan, mendatangi Komisi II DPRD Klungkung. Mereka mengeluhkan populasi monyet yang kian tak terkendali, menjarah berbagai hasil pertanian warga berupa aneka palawija, hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Para petani ini meminta dewan menyampaikan aspirasi mereka ke pihak terkait, untuk segera melakukan penanganan. Ketua Komisi II DPRD Klungkung, Komang Suantara, Minggu (9/12), mengatakan masyarakat setempat sudah sejak lama merugi akibat ulah monyet ini. Warga setempat sudah menganggapnya sebagai hama yang harus segera diatasi.

Dia menegaskan, populasi monyet mulai tinggi di beberapa desa, seperti Desa Paksebali dan Pesinggahan. Selain merugikan petani, warga juga khawatir, karena monyet-monyet ini mulai memperlihatkan perangai galak hingga ganas.

Dikhawatirkan monyet ini menggigit warga dan memicu penyakit baru bagi warga sekitar. Kalau tidak segera tertangani, ini bisa menjadi masalah baru bagi warga sekitar.

Baca juga:  2019, Periode Januari-April Luas Panen Diestimasi Turun

Setelah menerima aspirasi ini, Ketua Komisi II DPRD Klungkung, Komang Suantara, mengatakan langsung melanjutkan aspirasi ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Bali. Pihak balai memberikan beberapa cara menghadapi hama monyet ini. Mulai dari melakukan pemetaan, konservasi hingga upaya eleminasi dan kebiri. “Selanjutnya, BKSDA Bali akan berkoodinasi dengan Dinas Pertanian (Bidang Peternakan), untuk segera mengambil tindakan,” ujarnya.

Hama monyet ini, tidak hanya banyak di wilayah perbukitan Kecamatan Dawan, tetapi juga kawasan perbukitan di Kecamatan Banjarangkan. Namun, sejauh ini, dikatakan belum ada laporan terkait meningkatnya populasi monyet di Banjarangkan. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.