I Gusti Ngurah Wijana. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Museum subak yang berlokasi di Pantai Masceti akhirnya rampung dikerjakan. Museum ini pun diharapkan bisa menjadi destinasi baru, bahkan akan dirancang dalam satu paket wisata yang lengkap.  Pemkab Gianyar pun melaksanakan upacara Padususan Alit di Museum Subak Gianyar, Jumat, (7/12).

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Wijana mengatakan, sejak mulai dibangun pada 2014, tahap pembangunan di Museum Subak Gianyar yang terletak di kawasan Pantai Masceti, Kecamatan Blahbatuh kini mulai rampung dikerjakan.

Ditambahkan Ngurah Wijana, pembanguan di museum di atas lahan seluas 6,5 hektar tersebut menggunakan konsep Tri Hita Karana. Dimana untuk parhayangan, Pura Masceti yang diempon oleh 20 subak. “Pawongan merupakan anggota subak itu sendiri sedangkan untuk palemahannya adalah areal bangunan Museum Subak,” katanya.

Dikatakan juga pembangunan Museum Subak ini merupakan pengembangan potensi yang dimiliki Pantai Masceti sebagai destinasi wisata spiritual dan bahari. Keberadaan Museum Subak kedepannya diharapkan mampu menjadi destinasi pariwisata baru di kawasan Gianyar Timur, sehingga terjadi pemerataan destinasi wisata antara Gianyar Timur dengan Barat seperti kawasan Ubud dan sekitarnya.

Selain menampilkan sejarah perkembangan subak di Bali serta koleksi alat-alat pertanian tradisonal, nantinya Museum Subak Gianyar juga akan menyediakan ruang pameran tidak tetap, seperti pameran lukisan, kerajinan serta pengembangan wisata kuliner. Juga rencananya akan dibangun stage nyatur desa sebagai tempat pementasan. “Ini semua akan dikemas dalam satu paket wisata yang lengkap, baik itu wisata sprititual, wisata edukasi, wisata kuliner, pameran kerajian, serta seni pertunjukan. Jadi lengkap dalam satu lokasi,” tambah Gusti Ngurah Wijana.

Baca juga:  Palak Pedagang, Preman Asal Karangasem Diringkus

Sementara itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra menambahkan bahwa pembangunan Museum Subak Gianyar bersumber dari dana pusat Rp 30 milyar serta APBD Kabupaten Gianyar sebesar Rp 6 milyar. Museum subak didirikan disamping sebagai upaya pelestarian juga merupakan sarana edukasi tentang keberadaan subak di Bali, ” katanya.

Pengembangannya nanti juga akan dilakukan secara bertahap, seperti pembangunan stage nyatur desa yang rencananya dibangun di sebelah selatan gedung Museum Subak serta pengembangan destinasi wisata lainnya. “Pantai Masceti sudah terkenal dengan wisata spiritual dan baharinya. Kita manfaatkan potensi itu, sehingga ke depan menjadi destinasi pariwisata yang lengkap. Tentu, dengan ini berkembang, imbasnya kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” imbuh Bupati Mahayastra.

Pemkab Gianyar melaksanakan upacara pecaruan Rsi Gana Panca Kelud yang merupakan rangkaian dari Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Alit di Museum Subak Gianyar, Jumat. Upacara ini dipuput Ida Pedanda Wayahan Bun, Gria Sanur Pejeng.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menambahkan, dengan dilaksanakannya upacara ini, maka proses pembangunan Museum Subak Gianyar untuk tahap awal rampung dikerjakan. “Upacara ini sebagai bagian memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk menetralisir atau pembersihan secara niskala terhadap hal-hal negatif selama proses pembangunan berlangsung sehingga dapat memberikan ketenangan dan kedamaian, ” katanya.(manik astajaya/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.