Tampak pusat Kota Melbourne, kota paling layak huni di Australia. (BP/dokumen Brady Group)

MELBOURNE, BALIPOST.com – Seperti sebagian besar sektor ekonomi dan properti di dunia saat ini, pasar properti di Australia juga sedang melemah. Tetapi, menurut data JLL Research, Negara bagian Victoria, termasuk kota Melbourne ini selalu memimpin pertumbuhan ekonomi di Australia dengan angka pertumbuhan 5.2% dibandingkan negara bagian Australia yang lainnya seperti Queensland dan New South Wales.

Hal ini dikarenakan pengembangan infrastruktur dan konstruksi bangunan properti yang pesat, angka pengangguran yang sangat rendah serta naiknya jumlah spending penduduknya. Dengan kuatnya pertumbuhan ekonomi di Victoria, pasar properti Melbourne dapat meredakan masalah serius dalam penyelesaian properti dengan pengembang dan risiko pinjaman bank.

Melbourne dikatakan pilihan yang tepat untuk berinvestasi karena stabilnya kepemimpinan politiknya dan tingginya investasi pemerintah untuk infrastruktur kota, termasuk pembangunan transportasi umum yang mencapai 12 miliar dollar Australia. Pada tahun 2030 mendatang, Melbourne diprediksikan akan menjadi kota terbesar di Australia dengan populasi mencapai 6,1 juta dengan lebih dari 140 gedung tinggi baik yang sedang dalam konstruksi maupun yang sudah terselesaikan.

Tak hanya itu, JLL Research mengatakan permintaan properti saat ini akan tetap tinggi untuk proyek yang dirancang dengan baik di lokasi strategis oleh pengembang bereputasi kuat. Seperti Brady Group dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidangnya, pengembang dari Kota Melbourne ini sedang mengerjakan dan memasarkan proyeknya yang bernama 380 Melbourne Apartement setelah mendapatkan penghargaan “Excellence in High Rise Apartment Building 2017” dari Master Builder Australia untuk proyeknya yang bernama Vision Apartemen.

(Sumber: Australian Bureau of Statistics dan BIS Oxford Economics)

Meski sedang melemah, properti Melbourne diprediksikan akan kembali mengalami kenaikan harga pada tahun 2020 dikarenakan pertumbuhan populasi yang paling tinggi dibanding kota lainnya di Australia, terutama didukung oleh angka mahasiswa internasional yang terus meningkat menurut data Australian Bureau of Statistics. Pertumbuhan populasi di Melbourne mencapai 2.7% yakni sekitar 144.400 penduduk.

Oleh karena itu, kenaikan permintaan apartemen akan semakin terjadi dalam 5 tahun ke depan dikarenakan tidak banyak pengembang yang memasarkan dan menyelesaikan proyek residensialnya. Alhasil stok unit akan menipis serta jumlah supply unit apartemen yang terus berkurang yakni 23% dari tahun 2017.

Hal ini sangat bertepatan dengan Apartemen 380 Melbourne yang akan selesai dibangun pada tahun 2020 awal, sehingga apartemen milik Brady Group ini akan memiliki nilai yang sangat tinggi pada saat bangunan diserahterimakan kepada para investor yang telah membeli dalam 1 atau 2 tahun ini di harga yang sedang murah. Investasi di kota Melbourne dapat dikatakan sangat menguntungkan dibandingkan dengan kota kota lain di Australia dilihat dari segi kenaikan harga properti tiap tahunnya.

Baca juga:  Ribuan Warga Demo Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Tak hanya investor, banyak juga orang tua yang membeli satu unit apartemen untuk anak-anaknya yang bersekolah di sana dikarenakan biaya sewa yang tinggi. Dengan membeli, otomatis properti bisa dimiliki oleh orang Indonesia lantaran status kepemilikan properti di Australia adalah sertifikat hak milik (SHM).

Setelah anak-anak mereka lulus, orang tua juga dapat meraup keuntungan dari penyewaan properti mereka karena rendahnya vacancy rate di Melbourne yaitu 1,9%. Tarif penyewaan apartemen di Melbourne CBD mencapai 480 dollar per minggunya untuk 1 kamar, 750 dollar per minggunya untuk 2 kamar dan 950 dollar per minggunya untuk 3 kamar.

Tampak gedung Apartemen 380 Melbourne di pusat kota Melbourne. (BP/dokumen Brady Group)

Selain sistem pembayaran yang ringan dan aman, yakni pembeli hanya perlu membayar deposit 10% dan tidak ada cicilan atau biaya apapun sampai bangunan siap huni, Brady Group yang dikenal sebagai pengembang dari kota Melbourne yang bekerja sama dengan beberapa bank yang dapat memberikan pinjaman maksimum 70% selama 30 tahun sehingga mempermudah pembeli dalam hal pengurusan KPR.

Menurut penjelasan Midli Christin, Direktur Brady Group Indonesia, “Pendapatan dari menyewakan apartemen di Melbourne lebih besar dari pada bunga bank. Jadi bisa dikatakan cicilan properti di Melbourne dibayarkan oleh penyewa”. Hal ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pembeli dikarenakan pendapatan sewa properti per tahun di Melbourne sekitar 6% sedangkan bunga bank kredit properti di Australia saat ini hanya 4%.

Selain itu, pembeli juga dapat meraup keuntungan dari kenaikan harga properti per tahunnya di Melbourne Australia.

Untuk informasi selengkapnya, hadirilah Pameran Properti Melbourne pada 10 sampai 16 Desember 2018 di Pakuwon Mall Surabaya Lantai LG (Depan Zara). Info mengenai Apartemen 380 Melbourne lainnya dapat diakses di www.brady.co.id atau dapat menghubungi (021) 5740008. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.