Bupati Gianyar mencoba truk sampah yang dihibahkan di Desa Keramas, Blahbatuh. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Penanganan sampah memang harus digalakkan dari lingkungan terbawah yakni desa. Pemerintah pun berupaya mendukung upaya tersebut dengan memberikan bantuan truk sampah. Selain itu perbup penanganan sampah kini juga sedang dimatangkan.

Bupati Gianyar Made Mahayastra mendorong kemandirian desa dalam mengelola sampah rumah tangga. Ia juga meminta pemanfaatan truk sampah agar bisa dikelola secara optimal.”Harus dimaksimalkan pemanfaatan truk sampah, kedepan penggunaan truk ini juga akan saya pantau, ” ucapnya usai menyerahkan hibah truk sampah di Desa Keramas, Kecamatan Balhabtu Kamis (6/12).

Pejabat asal Desa Melinggih, Payangan itu melanjutkan, sampah sejauh ini sudah menjadi sumber masalah utama dimana-mana, sebab itu diharapkan kesadaran masyarakat tentang mengelola sampah mesti digenjot. Bupati Gianyar juga tidak menampik, budaya sebagian besar masyarakat saat ini masih sangat cuek terhadap kebersihan lingkungan.”Ini tantangan kita bersama, masyarakat harus terus diberikan edukasi tentang sampah,”kata Mahayastra.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Gianyar diterjang 1.500 meter kubik sampah setiap bulannya. ” Belum termasuk di desa-desa. Itu kalau tidak ditangani secara baik, bisa dibayangkan bagaimana tercemarnya lingkungan,”ujar mantan Wabup Gianyar itu.

Namun, sejauh ini sudah mulai banyak juga organisasi yang sadar akan kebersihan lingkungan mengampanyekan kebersihan. Mudah-mudahan nanti, seluruh desa bisa memiliki truk kebersihan dan perlengkapan lainnya, ditunjang kesadaran tinggi dari masyarakat setempat demi mewujudkan Kabupaten Gianyar yang bersih, alami, dan aman tentunya.”Menangani sampah perlu dukungan 3 komponen, yaitu Pemda, pengusaha swasta, dan masyarakat, ” tutupnya.

Baca juga:  Ini, Penyebab Banjir di Bypass Ngurah Rai

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar Wayan Kujus Pawitra mengatakan, Perbup  pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenisnya kini juga sedang direvisi dan akan segera dirampungkan. Menurutnya dengan adanya regulasi ini nantinnya pengelolaan sampah ditangani secara berkelanjutan. ”Sumber sampah terbesar berasal dari sampah RT, juga kita mulai penanganan dari sini, ”ucap pejabat asal Kesian, Gianyar itu.

Kujus memastikan akan melakukan penanganan sampah langsung pada sumbernya. Diharapkan, dengan adanya bantuan truk sampah kepada desa pekraman nantinya di setiap desa terbangun dan memiliki manajemen pengelolaan sampah terpadu.

Ia pun memasang target sampai tahun 2025, setiap desa sudah memiliki manajemen pengelolaan sampah. ” Dimana setiap desa memiliki armada pengangkutan sampah, ada petugasnya, ada pengolahan sampah menjadi kompos, ada bank sampah.“ tandasnya.

Perbekel Desa Keramas, Gusti Sarjana mengakui selama ini Desa Keramas memang merasa kewalahan menangani sampah, karena hanya mengandalkan satu unit truk sampah yang ada.”Dengan tambahan satu unit lagi, tentu akan membuat penanganan lebih maksimal, ”ucapnya.

Kepala Desa yang baru dilantik pada September 2018 lalu itu mengatakan, untuk biaya operasional sementara dibebankan kepada APBDes 2019, sehingga armada tersebut baru bisa dioperasikan awal tahun depan. Sebagai langkah awal, pungutan sampah bulanan akan dibebas biayakan dari masyarakat, sambil terus akan dievaluasi bagaimana peningkatan kualitas kebersihan ke depannya. ” Bertahap, awalnya gratis dulu, kemudian kami evaluasi lagi, tentu ini untuk kebaikan warga bersama,” tandasnya. (manik astajaya/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.