Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan menghadiri Rakor di Kantor Camat Kuta. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sebagai pejabat baru, Rabu (5/12), Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan bertemu dengan Camat, tokoh masyarakat (tomas) dan agama di Kantor Camat Kuta, dalam acara rapat koordinasi (Rakor) terkait perayaan hari raya dan pengamanan Pemilu. Di hadapan undangan, AKBP Ruddi menyampaikan akan menindak tegas penjambret yaitu tembak di tempat.

Kapolresta Ruddi mengatakan, wilayah Kuta semakin pagi tambah ramai. Untuk itu perlu diadakan patroli bersama dengan instansi terkait. Dia menyebutkan, data Kamtibmas yang dimiliki Polresta untuk wilayah Kuta yang banyak adalah masalah jambret, disamping itu ada juga kasus narkoba.

Tahanan untuk kasus narkoba saat ini sekitar 120 orang. “Kami akan melaksanakan tindakan tegas pada pelaku jambret, bila perlu tembak di tempat,” tegasnya.

Terkait pengamanan hari raya Natal, Galungan dan Kuningan, serta Tahun Baru 2019, kata mantan Wadir Ditreskrimsus Polda Bali, banyak orang-orang Jakarta dan kota lainnya berlibur di Bali. Untuk itu perlu dilakukan patroli bersama, baik di tempat-tempat pariwisata, hiburan maupun tempat ibadah.

Selain itu agar diintensifkan upaya penggalangan terhadap tokoh agama maupun adat agar wilayah Kuta tetap aman dan kondusif. “Masalah kembang api tolong disampaikan kepada warga agar jangan menyalakan kembang api di dekat rumah untuk menghindari kebakaran.
Perkiraan ancaman atau kerawanan dalam perayaan Natal dan tahun baru terjadi kebakaran akibat kembang api, mabuk-mabukan atau kebut-kebutan yang menyebabkan terjadi kecelakaan dan kemacetan,” ungkapnya.

Baca juga:  Pelaku Jambret Belasan TKP Diringkus

Sedangkan potensi kerawanan pemilu 2019, sementara di Bali selama tahapan Pemilu masih aman. Namun mantan Kapolres Badung ini mengimbau tetap melakukan antisipasi terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

Kapolresta mengajak seluruh perserta rapat agar bersama-sama memerangi narkoba dan preman. “Agar di Bali tidak ada preman dan narkoba,” ucapnya.

Sementara Plt. Camat Kuta I Made Widiana, menyampaikan pada Desember ini pihaknya menyelenggarakan rapat koordinasi membahas masalah sesuai dengan agenda terkait dengan menciptakan tahapan pelaksanaan pemilihan umum yang aman di wilayah Kuta. Ia juga mengimbau kepada para calon legislatif agar ikut menciptakan Pileg yang aman dan kondusif.

Pasalnya, Kuta sebagai barometer daerah pariwisata Bali ingin tetap dalam kondisi aman dan kondusif. Pada kesempatan baik tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan Pemilu damai calon anggota DPRD Kabupaten Badung.

Isi kesepakatan itu, yakni mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia dan adil. Melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, berintegritas, tanpa hoax, politisasi SARA, dan politik uang. Melakukan kampanye berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.