Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Karangasem, I Gede Ngurah Yudiantara

AMLAPURA, BALIPOST.com – Sebanyak 26 LPD yang tersebar di hampir di semua kecamatan di Kabupaten Karangasem tidak beroperasi.

“Jumlah LPD seluruhnya sebanyak 190. Yang sudah mati 26 LPD, dan 4 LPD kondisinya sakit. Ada juga beberapa LPD yang  dinyatakan kurang sehat,”jelas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Karangasem, I Gede Ngurah Yudiantara, Selasa (4/12).

Yudiantara menambahkan, banyaknya LPD yang mati disebabkan akibat ulah pengurus sendiri. Satu diantaranya pengurus tidak profesional saat memberikan pinjaman ke nasabah. Seperti memberikan pinjaman ke keluarga pengurus desa tanpa di survai oleh petugas LPD. Dimana saat keluarga pengurus desa tak bisa bayar cicilan, petugas LPD sungkan menagih lantaran keluarga prajuru desa. Sehingga uang kas LPD tidak berjalan seperti yang diinginkan. Uang LPD yang mandek dibawah karena nasabah enggan membayar.

Penyebab lain karena kas LPD dikorupsikan atau disalahgunakan pengurus tanpa sepengetahuan desa adat. Fenomena seperti ini sering ditemui di Karangasem. Banyak pengurus LPD berurusan dengan polisi karena dilaporkan pengurus desa.

Baca juga:  Badung Anggarkan Miliaran Rupiah untuk Auditor Independen LPD

“Yang terbaru yakni kasus penyalahgunaan kas LPD Sega, Kecamatan Abang. Kas  dipakai untuk kepentingan sendiri oleh oknum yang menjadi pengurus. LPD banyak mati karena ulah pengurusnya,”jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Dinas Koperasi dan UMKM tidak bisa berbuat apa karena bukan tugasnya. Kondisi ini  wewenang desa pakraman dan provinsi. Dinas Koperasi hanya bertugas memberikan pembinaan kepada petugas ke LPD sakit dan kurang sehat. Terutama pembinaan dibagian kepengurusan dan dari sisi ekonomi. Pihaknya juga akan mengusulkan bantuan ke Provinsi untuk beri suntikan dana.

“Melalui pembinaan ini diharapkan LPD di Karangasem  bisa kembali beroperasi seperti LPD lainnya. Pembinaan dari Dinas rutin dilakukan setiap tahun, menyisir LPD kurang sehat,”jelas Yudiantara. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.