Prajurit yang bertugas di RI-RDTL tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah setahun bertugas di wilayah perbatasan RI-RDTL,128 anggota Kodam IX/Udayana ditarik kembali dan tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Minggu (2/12). Tentara yang tergabung dalam Satgas Intel dan Satgas Bantuan telah melaksanakan tugas operasi pengamanan dengan baik di derah perbatasan RI-RDTL.

Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G., Senin (3/12) mengatakan, kedatangan prajurit ke homebase diterima Asops Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Yana Bahtiar Mediana, mewakili Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Pangdam dalam amanatnya dibacakan Asops Bahtiar menyampaikan, memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada segenap personel yang tergabung dalam Satgas Intel dan Satgas Bantuan telah dapat melaksanakan tugas operasi pengamanan dengan baik di derah perbatasan RI-RDTL.

Usai melaksanakan penugasan tersebut, Pangdam berharap kepada segenap personel tersebut supaya segara menyesuaikan diri dengan kondisi satuan dan lingkungan masyarakat sekitar homebase. Taati aturan dan ketentuan yang berlaku, jangan sampai larut dalam kegembiraan yang berlebihan karena telah berhasil melaksanakan tugas. “Bapak Pangdam menyampaikan untuk mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul, agar kegembiraan tersebut disalurkan dengan hal-hal positif dan sewajarnya,” ujarnya.

Baca juga:  Kodam-Polda Bersinergi Amankan Kunjungan Presiden

Dengan berakhirnya penugasan di daerah operasi ini, tentu banyak pengalaman berharga yang sudah didapat selama kurun waktu satu tahun. Untuk itu jadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi dan sekaligus untuk introspeksi dalam rangka mengembangkan kemampuan diri. Hal ini penting untuk dihayati dan disadari mengingat pelaksanaan tugas dimasa mendatang akan semakin berat yang menuntut adanya sikap mental, disiplin, dedikasi dan semangat juang yang tinggi serta profesionalisme setiap prajurit.

Selain itu, diharapkan para prajurit tersebut melaksanakan konsolidasi dan inventarisasi serta perawatan terhadap materiil, terutama senjata dan peralatan komunikasi serta laksanakan pembersihan yang maksimal agar memiliki usia pakai yang panjang. Jika ada materiil dan peralatan yang rusak atau hilang segera dilaporkan kepada komando atas. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.