Ilustrasi. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Penemuan kasus HIV dan AIDS di Badung beberapa tahun terakhir meningkat tajam. Mirisnya, penyakit mematikan ini dominan menyerang usia muda yakni 20-49 tahun.

Berdasarakan data yang diperoleh, jumlah kasus HIV AIDS di Desember 2017 sebanyak 2.902 kasus, terdiri dari HIV 1.738 kasus, AIDS 1.164 kasus. Angka ini tembus 3.152 kasus di Oktober 2018 ini. Parahnya, kelompok umur yang paling tinggi menyerang usia 20-49 tahun (usia produktif), dengan total sebanyak 2.843 orang atau 90,5 persen dari total kasus.

Guna menekan lonjakan kasus HIV/AIDS, Kadis Kesehatan Badung dr. Gede Putra Suteja mengajak masyarakat melakukan tes HIV. “Kami mengajak semua untuk melaksanakan tes HIV, ayo tes HIV,” ajak dr. Putra Suteja, Sabtu (1/12) di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.

Ajakan tersebut, kata dr. Putra Suteja, tidak hanya diperuntukan bagi mereka yang berisiko tertular HIV seperti pekerja seks, gay, waria, pengguna narkoba suntik. Namun, kepada seluruh masyarakat Badung untuk mengetahui status HIVnya sedini mungkin.

Baca juga:  Selain Kurangi Resiko Kanker, Rutin Makan Daun Bawang Juga Sebabkan 4 Manfaat Ini

Sebab, dengan berani mengakses layanan kesehatan dan melakukan tes HIV serta melanjutkan dengan pengobatan ARV sedini mungkin jika terdiagnosa HIV. “Semakin banyak masyarakat yang mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV dini, dalam rangka mewujudkan tercapainya tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat Aids dan tidak ada stigma dan diskriminasi untuk mencapai eliminasi HIV pada 2030 di kabupaten Badung,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Badung, Ketut Suiasa, ikut mempelopori tes HIV/AIDS melalui pemeriksaan VCT HIV/AIDS bagi pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Badung. Wakil Bupati Badung itu mengatakan apa yang dilakukan sebagai komitmen pemerintah daerah bersama-sama menangani, mencegah penyakit sosial masyarakat yakni HIV/AIDS. “Pemeriksaan HIV/AIDS bagi pejabat di Badung ini sebagai contoh dan pelopor bagi masyarakat, bahwa kita berani memeriksakan diri dan mempunyai motivasi untuk hidup sehat,” ungkapnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.