Bupati Karangasem I Gusti Mas Sumatri bersama OPD saat melakukan gotong royong membantu proses pembangunan rumah di Muntigunung, Kubu, Karangasem. (BP/nan)

 

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemkab Karangasem terus menggenjot proses pembangunan 50 unit rumah dalam program Desaku Menanti kepada warga yang berprofesi sebagai gepeng di  Muntigunung, Kubu. Pegerjaaan puluhan unit rumah tersebut ditarget sudah tuntas dikerjakan hingga 15 Desember mendatang. Guna mempercepat proses prmbangunan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama sejumlah OPD langung melaksanakan aksi gotong royong untuk membantu proses pembangunan agar lebih cepat.

Sumatri, mengatakan, pembangunan rumah sudah dikerjakan dari bulan agustus lalu kini tengah pengerjaan sudah hampir mau diselesaikan. Kata dia, pembangunan rumah tersebut memperggunakan ayahan Desa Pekraman yang diserahkan oleh I Nyoman Budiasa dengan sukarela ke desa pekraman untuk dibangun dengan status hak guna pakai untuk membangun 50 unit rumah dengan lahan seluas 60 Are. Dalam proses pembangunan itu, pihaknya meminta para tukang atau pekerja agar memakai bahan bahan bangunan yang berkualitas agar hasilnya maksimal.

Baca juga:  Yatim Piatu, Febri Huni Rumah Roboh dengan Kakeknya

Dia mengungkapkan, guna mengerjar proses pembangunan agar dapat selesai tepat waktu, maka dirinya bersama sejumkah OPD melakukan aksi gotong royong untuk ikut membantu proses pembangunan. Dihatapkan, dengan aksi ini proses pembangunan bisa diselesiakan tepat waktu. “Kita targetkan pembangunan rumah dapat diselesaikan tanggal 15 Desember. Sedangkan gladi resik bisa dilaksankan 10 Desember,”katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan kementrian terkait tentang program Desa Terang. Jelas dia,  dimana dalam program tersebut listrik yang dipergunakan menggunakan tenaga matahari, selanjutnya Rumah bersubsidi dimana program tersebut Pegawai Negeri wajib memiliki rumah. “Jika memang bisa berkerjasama dengan BUMN dan BUMD agar kedepannya desa ini bisa menjadi desa wisata. Dimana desa ini menjadi obyek Internasional bukan Nasional lagi,”tegas Mas Sumatri. (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.