Livi Zheng, Sutradara Bali: Beats of Paradise saat berbicara di Filipina. (BP/dokumen Sun and Moon Films)

MANILA, BALIPOST.com – Bali: Beats of Paradise yang merupakan karya sutradara muda, Livi Zheng, ditayangkan dalam serangkaian program film Pride of Southeast Asia di Manila, Filipina Sabtu (11/24). Film tersebut mendapat sambutan antusias. Bahkan, penonton yang hadir sampai tidak mendapatkan tempat duduk.

Mereka yang tertarik menonton film ini datang dari beragam kalangan, mulai dari diplomat, pelajar, mahasiswa, pencipta lagu, sineas, stasiun-stasiun TV dari 10 negara sampai pemuka agama (suster dan pastur). Livi, sang sutradara, juga hadir dalam kegiatan pemutaran “Bali: Beats of Paradise, memenuhi undangan Southeast Asia Video Festival for Children. Ia menjadi Grand Juror dan Speaker dalam kegiatan tersebut.

Salah satu anggota juri dari Indonesia yang diundang adalah Ninik L. Karim, aktris senior yang beberapa kali meraih Piala Citra dan mendapat gelar aktris terbaik pada Festival Film Asia Pasifik 1990. Sedangkan speaker yang hadir dalam acara tahun ini selain Livi, adalah Kirsten Schneid dari Jerman dan Mai Sasayama dari Jepang.

Bali: Beats of Paradise merupakan film bertemakan gamelan yang disutradarai Livi dengan mengambil kisah nyata sepasang suami istri asal Indonesia yang memiliki mimpi dan berusaha memperkenalkan budaya gamelan Bali di dunia internasional. Film ini melibatkan musisi terkenal diantaranya Judith Hill, seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu asal California dan I Wayan Balawan, gitaris jazz Indonesia asal Bali yang terkenal dengan Touch Tapping Style.

Livi dalam berbagai kesempatan mengatakan film dokumenter ini diharapkan bisa menginspirasi para generasi muda di masa sekarang yang berangsur-angsur mulai meninggalkan budaya mereka seiring perkembangan zaman. Berbagai dukungan dan komentar positif berdatangan dari para penonton yang hadir.

Menurut Elvira Yap Go, Festival Director of Southeast Asia Video Festival for Children dan juga Presiden Anak TV, Bali: Beats of Paradise karya Livi Zheng, adalah sebuah film dokumenter yang penuh dengan harapan, kecintaan akan budaya musik gamelan yang patut diperkenalkan di dunia internasional. Film ini layak dijadikan contoh karena film dokumenter tidak selalu harus mengangkat isu sosial yang negatif, film dokumenter bisa menjadi wujud kebanggaan akan kekayaan dan keindahan negara sendiri.

Baca juga:  Optimis Bisa Tercapai, Target Indonesia Emas 2045

Film ini diwarnai dengan ritme cerita yang berirama dan merupakan salah satu film dokumenter terbaik yang pernah ditontonnya. Indonesia kaya akan beraneka ragam warisan budaya yang harus dijaga, dibanggakan dan dikembangkan oleh generasi muda. Ia mengucapkan selamat atas hasil karya Livi yang inspiratif.

Ninik L. Karim mengakui ada spirit yang sangat menyala dari diri Livi yang tidak bisa menghambat dirinya untuk membuat Bali: Beats of Paradise. Menurutnya yang menarik dari film dokumenter ini adalah bagaimana Livi mencoba untuk menyatukan kecintaan dan kekagumannya akan gamelan dengan sesuatu yang bisa membawa gamelan itu menebarkan apinya ke seluruh dunia melalui musik rap karya Judith Hill. Dengan kekiniannya, Livi membuat film ini menjadi sesuatu yg menggebrak dan beliau sangat bangga, kagum dan berdoa supaya Livi lebih maju kedepannya.

Ernie Magtuto, musisi dan pencipta lagu asal Manila, Filipina mengucapkan selamat atas film karya Livi tersebut. “Film Bali: Beats of Paradise merupakan sesuatu yang sangat menarik dan inspiratif tentang budaya musik gamelan Indonesia. Saya berharap ke depannya Livi dapat menciptakan lebih banyak lagi film-film dokumenter lainnya yang memperkenalkan beraneka ragam warisan Indonesia di Asia Tenggara,” katanya dalam rilis yang diterima Bali Post.

Seusai acara di Filipina, Livi langsung menuju ke Beijing memenuhi undangan menjadi dosen tamu di Communication University of China. Dalam acara tersebut, Livi juga akan menayangkan film Bali: Beats of Paradise.

Pada tanggal 8 Desember nanti, Livi Zheng akan menerima penghargaan sebagai Duta Budaya atas karyanya Bali: Beats of Paradise di Los Angeles bersama dengan sutradara Crazy Rich Asian, Jon M. Chu dalam acara Unforgetable Gala. Gala ini merupakan acara peghargaan tertua di Amerika yang diberikan untuk tokoh-tokoh Asia. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.