Jalan putus yang menghubungkan Giriana Kangin dan Kauh akan diperbaiki pada 2019. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi bersama dengan petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kamis (22/11) melakukan pengecekan terhadap ruas jalan di Desa Duda Utara yang menghubungkan Dusun Geriana Kangin dan Geriana Kauh yang putus akibat kembali di terjang banjir. Pengecekan itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti kondisi jalan tersebut seperti apa.

Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi mengungkapkan, pengecekan kondisi jalan dilakukan pascamenerima inspirasi dari masyarakat setempat terkait penanganan jalan secara darurat atau sementara. Sebab, jalan ini merupakan jalan penghubung antara Giriana Kauh dan Giriana Kangin.

Sumardi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR terkait penanganan jalan tersebut. Kata dia, perbaikan jalan tersebut sudah masuk perencanaan 2019. “Jadi kita harap 2019 bisa dikerjakan. Kita juga minta Dinas PUPR bisa cepat respon jika ada hal-hal seperti ini kedepannya. Jangan sampai dengan kondisi seperti ini, sampai menimbulkan terjadi kecelakaan akibat jalan sulit dilalui,” katanya.

Agar jalan bisa dilalui oleh warga setempat, jelas Sumardi, pihaknya sudah menurunkan eskavator dan membatu buis. Sebab, kalau menunggu bantuan dari pemerintah waktunya lumayan lama. “Upaya ini untuk penanganan sementara agar jakan dapat dilalui warga. Hari ini buis sudah selesai di pasang. Buis sudah di timbun pasir. Sekarang jalan sudah kembali kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya.

Baca juga:  Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Bali Harus Siapkan Rp 700 M

Kebid Bina Marga PUPR Karangasem, I Ketut Prama Budarta mengatakan, pihaknya telah memasukkan perbaikan jalan itu ke usulan anggaran 2019. Kata dia, anggaran yang diusulkan untuk perbaikan itu sebesar Rp 1,5 miliar. “Untuk perbaikan ini nanti bakal menggunakan box culvert ukuran besar. Dengan memakai box culvert itu dari sisi pengerjaan lebih mudah. Dari sisi kualitas, box colvert sudah standarisasi. Mudah-mudahan tidak ada halangan dslam pembahasan, sehingga 2019 proyek ini bisa digarap,” jelas Budarta.

Sementara itu, Bendesa Pakraman Giriana Kauh, Nyoman Subrata, menjelaskan, jika akses ini memang merupakan akses umum yang sering dilalui warga Giriana Kangin dan Giriana Kauh termasuk Amerta Bhuana. Jelas dia, jalur ini setiap haru dilalui oleh siswa yang hendak bersekolah di SMPN 3 Selat. Selain itu, juga jalan sebagai akses perekonomian warga. “Berkat bantuan buis ini sekarang jalan sudah bisa dilalui. Kita harap pemerintah nantinya bisa membantu jembatan atau yang lainnya. Agar jalan tidak lagi terputus,” harap Subrata. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.