Petugas saat melakukan eliminasi anjing liar, Senin (19/11) lalu. (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Pasca adanya kasus gigitan anjing rabies yang dialami seorang bocah di Dusun Alisbintang, Desa Sulahan, Susut, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli bersama Dinas Peternakan Provinsi Bali melakukan eliminasi terhadap ratusan anjing liar di tiga dusun di wilayah desa setempat. Tak hanya itu, petugas juga melakukan emergency vaksin terhadap anjing peliharaan warga untuk mencegah meluasnya penyebaran virus rabies.

Kabid Keswan Dinas PKP Kabupaten Bangli drh Sri Rahayu Selasa (20/11) mengatakan, kegiatan eliminasi dan emergensi vaksin tersebut dilaksanakan petugas pada Senin (19/11) lalu. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari dilaksanakan dengan melibatkan petugas babinsa, bhabinkamtibmas dan aparat desa setempat.

Disebutkan, ada tiga dusun yang menjadi sasaran kegiatan eliminasi dan emergency vaksin. Selain Dusun Alisbintang, dua dusun lainnya yang disasar yakni Cekeng dan Bungkuan, Desa Sulahan. “Karena dusun-dusun tersebut berdekatan,” terangnya. Dari kegiatan tersebut, total jumlah anjing liar yang berhasil dieliminasi yakni sebanyak 116 ekor.

Sri Rahayu mengatakan, untuk mencegah munculnya kasus rabies, Pemkab Bangli selama ini telah rutin melaksanakan kegiatan vaksinasi setiap tahun. Kegiatan vaksinasi biasanya dicanangkan serentak pada bulan Maret sampai Juli di seluruh desa di Kabupaten Bangli. Terhadap anjing-anjing yang belum sempat divaksin dalam kegiatan vaksinasi masal tersebut, Dinas PKP juga telah menyiagakan kader desa. “Eliminasi dan emergency vaksin ini dilaksanakan kalau ditemukan lagi ada kasus gigitan yang positif rabies,” kata Sri Rahayu.

Baca juga:  Nyemplung ke Sumur, Bocah 3 Tahun Ini Meninggal

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, seorang bocah di Dusun Alisbintang, Desa Sulahan, Susut yang bernama Made Krisna Bastian (5) menjadi korban gigitan anjing liar saat sedang bermain di dekat kandang babi belakang rumahnya. Korban digigit pada bagian lengan kanannya hingga mengakibatkan luka. Celakanya, setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium diketahui bahwa anjing liar yang menggigit korban ternyata positif rabies.

Kepala Dusun Alisbintang Nyoman Muliawan mengatakan, pasca terjadinya kasus gigitan anjing rabies yang menimpa bocah lima tahun di wilayah dusunnya, pihaknya sudah melakukan tindaklanjut dengan menggelar pertemuan bersama warga. Pihaknya bersama warga sepakat, untuk melakukan eliminasi terhadap semua anjing liar yang tidak terpelihara dengan baik. Dikatakan juga oleh Muliawan bahwa pasca kasus gigitan anjing rabies ini, masyarakat di Dusun Alis Bintang sudah membuat surat pernyataan untuk bertanggungjawab terhadap anjing peliharaannya masing-masing.

Kasus gigitan anjing yang menimpa Made Krisna Bastian, kata Muliawan merupakan kasus kedua yang terjadi di wilayah dusunnya tahun ini. Sebelumnya, pada awal tahun lalu, seorang warga juga pernah menjadi korban gigitan anjing rabies. (dayu rina/balipost)

 

 

1 KOMENTAR

  1. Anjing liar masih banyak berkeliaran disekitar kita, selain usaha mengontrol keberadaan anjing liar sudah dan usaha vaksinasi sudah dilakukan, sosialisasi dampak penyakit anjing gila terhadap kesehatan perlu dilakukan. Artikel berikut semoga bisa membantu: https://www.informasimedika.com/home/artikel/nama-kondisi/infeksi-tropis/penyakit-anjing-gilarabies

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.