JAKARTA, BALIPOST.com -Bali menjadi tuan rumah dua seri dari 11 seri World Surf League (WSL) 2019, masing-masing
Bali Pro Keramas – Keramas, 13-24 Mei 2019, dan Kuta Pro – Halfways Pantai Kuta, 13-17 Agustus 2019. Seri kejuaran surfing internasional di beberapa daerah di Tanah Air itu, menempatkan Indonesia sebagai destinasi surfing nomor satu di dunia.

Sebagai persiapan dalam penyelenggaraan World Surf League 2019, Kemenpar menggelar workshop World Surf League yang dibuka secara resmi sekaligus menjadi keynote speech oleh Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Dwisuryo Indroyono Soesilo bersama Regional Manager World Surf League (WSL) Asia/Austrlia Steve Robertson di Jakarta, Senin (19/11) malam.

Indroyono memberikan apresiasi penyelenggaraan workshop WSL yang dijadikan momentum untuk mengevaluasi event WSL 2018 serta mempersiapkan WSL 2019. “Kami mengajak pemerintah daerah untuk mengulang kesuksesan program surfing tahun 2018 lalu dan mempersiapkan 11 agenda kejuaraan WSL 2019 yang berlangsung di 11 daerah di Indonesia,” kata Indroyono Soesilo didampingi sejumlah bupati antara lain Bupati Pesisir Barat, Provinsi Lampung H. Agus Istiqlal yang berhasil menyelenggarakan World Qualifying Series 1500 Krui Pro 2018 di kawasan Pantai Krui baru-baru ini.

Baca juga:  Angkat Buah Lokal, Pemahaman Stakeholders Soal Ini Harus Sama

Indroyono mengatakan, Indonesia patut bersyukur dikaruniai banyak pantai dengan ombak surfing yang tersebar di sepanjang pesisir pantai bagian Barat dan Selatan Samudra Hindia serta pesisir pantai Samudra Pasifik. “Indonesia mempunyai ratusan pantai surfing, 30 diantaranya menjadi lokasi surfing kelas dunia,” katanya.

Penyelenggaraan kejuaraan surfing internasional WSF membawa dampak langsung pada ekonomi di daerah serta menjadi ajang promosi yang efektif. Karena event sport tourism ini mendapat liputan media internasional dengan media value yang besar.

Cara terbaik bagi daerah yang menjadi destinasi surfing kelas dunia adalah dengan mengadakan kompetisi WSL tahunan yang mendatangkan peselancar internasional. Selain meningkatkan pendapatan ekonomi daerah, juga menghasilkan liputan media ke seluruh dunia sehingga meningkatkan kunjungan para surfer dunia untuk menikmati ombak yang sempurna, pantai yang indah, dan keramahtamahan penduduk Indonesia.

Selain itu pada penyelenggaraan WSL 2019 dapat dimanfaatkan sebagai persiapan para atlet surfing Indonesia untuk berkiprah di Olimpiade. Karena olahraga surfing telah resmi akan dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.