SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pantai Lumangan di Desa Bunga Mekar, menambah daftar daya tarik wisata yang memikat di kepulauan Nusa Penida. Keberadaannya bisa memberi pilihan menarik, di antara objek yang sudah tenar lebih dulu, seperti Pantai Kelingking, Anggel Billabong dan Pasih Uwug (Broken Beach). Pantai Lumangan butuh penataan lebih lanjut, khususnya terkait akses jalan dan penambahan fasilitas umum.

Perbekel Desa Bunga Mekar, Wayan Yasa, belum la ini, menyampaikan objek wisata Pantai Lumangan masuk wilayah Banjar Dinas Penangkidan. Wilayah ini mempunyai daya tarik wisata yang sangat baik. Salah satu kelebihannya adalah di sekitarnya ada lokasi menyelam atau yang disebut manta point. Terbukti, banyak boat setiap hari yang datang membawa wisatawan ke wilayah ini.

Dia berharap pemerintah daerah bisa membantu penataan tempat tersebut. Sekaligus bersama-sama memperkenalkan objek wisata ini agar ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Apalagi, setelah melihat letaknya yang juga berdekatan dengan destinasi Pantai Kelingking, Angel Billabong dan Pasih Uwug yang lebih awal sudah terkenal di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sejak lama sudah menyadari potensi Pantai Lumangan. Sehingga, dia turun langsung ke lokasi tersebut, belum lama ini, bersama Dinas Pariwisata UPT. Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kecamatan Nusa Penida. Bupati Suwirta mengakui, objek Pantai Lumangan memang belum banyak yang mengenal dan belum banyak yang mengunjungi.

Sehingga, melihat kondisinya demikian, pihaknya menegaskan akan melakukan penataan. Bupati berharap Pantai Lumangan bisa menjadi destinasi berikutnya setelah Pantai Kelingking, Angel Billabong dan Pasih Uwug yang lokasinya berdekatan.

Baca juga:  51,60 Kilo Jalan Rusak Belum Tersentuh Perbaikan

Terkait akses menuju pantai yang terbilang kurang bagus, Bupati asal Nusa Ceningan ini meminta masyarakat setempat tidak reaktif dan menggunakannya untuk merusak citra Nusa Penida. “Terlalu berlebihan, kalau kekurangan daerahnya justru dipakai merusak potensi wilayahnya sendiri. Yang benar itu, kita jaga keindahan alamnya, dan pelan-pelan tata tempatnya. Kami ingin tekankan bahwa harus ada proses yang harus dilalui,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Bupati Suwirta mengaku khusus datang, untuk melihat dari dekat. Apakah yang bisa dikerjakan saat ini dan jangka panjang. “Saya datang hari ini, melihat hari ini dan memikirkan hari ini. Pertama, kita lihat akses jalan yang urgen. Kami akan membuat jalan ini menjadi lebih bagus,” ucapnya.

Bupati juga sekaligus melakukan aksi bersih-bersih disekitar Pantai Lumangan, melibatkan masyarakat setempat. Ini agar lingkungan pantai selalu terjaga kebersihannya, terlebih tempat ini akan dipromosikan sebagai destinasi wisata baru di Nusa Penida.

Disinggung mengenai sorotan aparat penegak hukum terhadap pungutan pengelolaan objek wisata oleh desa adat, Bupati Suwirta meminta desa dinas maupun desa adat tidak terburu-buru melakukan pungutan. Menurutnya, ini kurang bagus diterapkan dalam mengelola sebuah objek.

Tetapi bagaimana objek wisata ini berproses, tamu datang dan tentu nanti akan diatur dengan regulasi oleh pemerintah daerah melalui Peraturan Daerah (Perda) maupun Badan Pengelola. Sehingga apa yang dihasilkan dari pengelolaan objek bisa juga dinikmati oleh desa, tanpa harus melanggar aturan hukum. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.