Penjual di pasar tradisional sedang melayani pembeli. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali memastikan tidak akan terjadi kenaikan harga menjelang Nataru dan Galungan pada Desember nanti. Karena stok bahan makanan cukup untuk beberapa bulan ke depan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana menjabarkan cadangan beras sampai pertengahan Maret adalah 18.000 ton. Cadangan beras ini cukup untuk 5 bulan ke depan. Begitu juga dengan tepung terigu stoknya 17.000 ton, minyak goreng 64.400 liter, gula pasir 1.700 ton.

Ketersediaan daging babi bahkan dikatakan surplus yaitu rata – rata 162.667 ton per tahun. Sementara kebutuhan daging babi di Bali 122.080 ton per tahun.

Daging ayam ras juga surplus karena kebutuhannya 25.275 ton per tahun sementara ketersediaannya 96.275 ton per tahun. Kebutuhan telur ayam ras 34.489 ton per tahun sedangkan ketersediaannya 50.119 ton per tahun.

Daging sapi kebutuhannya 7.770 ton per tahun sedangkan produksinya 8.580 ton per tahun. “Biasanya daging yang mendominasi permintaan saat Nataru dan Galungan,” imbuhnya saat ditemui di kantornya Jumat (16/11).

Selain itu harga-harga bahan pangan juga masih stabil. Seperti daging ayam di Denpasar harganya Rp 35 ribu per kg, telur ayam ras Rp 24 ribu per kg, cabai rawit merah Rp 25 ribu per kg, cabai kecil Rp 25 ribu per kg, bawang putih Rp 20 ribu per kg, daging sapi Rp 100 ribu per kg, minyak goreng Rp 12 ribu per liter, bawang merah Rp 21 ribu per kg, tepung terigu Rp 9 ribu – Rp 10 ribu per kg. Harga ini berdasarkan harga per tanggal 15 November.

Baca juga:  Gubernur Pastika Yakinkan Bali Aman Dikunjungi Liburan Nataru

Kata Mardiana, jika terjadi gejolak harga, maka ia akan segera melakukan gelar pangan murah. Ia tak khawatir pasokan bahan pangan berkurang dengan adanya IMF-WB pada Oktober lalu, karena komoditi yang dibutuhkan delegasi IMF-WB dengan kebutuhan masyarakat Bali berbeda.

Selain ketersediaan, pemerataan distribusi pangan juga dijamin. Karena adanya stok – stok di setiap daerah. Selain itu akses jalan atau infrastruktur ke daerah -daerah juga bagus sehingga memperlancar distribusi.

Ketua Pinsar Bali I Nengah Sarjana juga mengatakan hal serupa. Saat ini ketersediaan telur masih aman dan normal. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.