Akses jalan yang menghubungkan Dusun Geriana Kangin dan Geriana Kauh kembali putus akibat diterjang banjir. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat yang melanda wilayah Karangasem dan sekitarnya, memicu terjadi Banjir di Desa Duda Utara dan membuat jalan darurat yang menghubungkan Dusun Geriana Kangin dan Geriana Kauh kembali putus.

Jalan ini sudah beberapa kali putus semenjak erupsi Gunung Agung. Sempat dibuat jembatan darurat. Namun dua kali jembatan tersebut hancur karena banjir yang melanda.

Salah satu warga Geriana Kangin, Komang Putra mengatakan, jika akses jalan ini sudah dua kali putus. Dimana pertama jalan putus saat erupsi Gunung Agusng setahun lalu.

Kata dia, sebelumnya jalan sempat diurug memakai alat berat, namun banjir kembali menggerus badan jalan hingga putus. Dan sekarang ini lagi, sapu banjir sehingga jalan kembali putus. “Sekarangjalan sudah sulit dilalui kendaraan. Hanya warga yang berjalan kaki yang bisa lewat disana,” ucapnya.

Putra mengatakan, kondisi ini cukup memberatkan untuk anak anak sekolah yang berasal dari Desa Amerta Bhuana dan Duda. Paslanya, seberapa anak anak yang sudah SMP bersekolah di Geriana Kangin tepatnya di SMPN 3 Selat kesulitan meintasi jalan ini.

Baca juga:  Antisipasi Dampak Erupsi, Diskes Siapkan Masker Untuk Warga Perbatasan

Untuk itu, dengan kondisi jalan putus seperti ini anak anak terpaksa meninggalkan sepeda motornya di pinggir sungai. Mereka kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 300 meter.

“Kita  berharap agar jalan ini segera mendapat perbaikan dan perhatian dari pemerintah,”katanya.

Sementara itu Kepala BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa mengaku, jika pihaknya juga merasa kasihan dengan anak-anak sekolah termasuk masyarakat tidak bisa melalui jalan tersebut arena putu. ““Kasihan juga warga dan anak anak sekolah yang lewat, sekarang jalan putus lagi. Untuk perbaikan jalan ini tidak bisa lagi menggunakan dana bencana,”ujarnya. (eka prananda/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.