Petugas Puskesmas memeriksa kondisi bayi yang ditemukan di tempat cucian mobil di Desa Kalibaru, Banyuwangi, Rabu (14/11) dini hari. (BP/udi)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Keheningan warga Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, mendadak geger, Rabu (14/11) dini hari. Seorang bayi laki-laki ditemukan tergeletak di sebuah tempat cucian mobil di desa setempat.

Diduga, bayi tersebut baru saja dilahirkan. Tali pusarnya masih utuh. Tubuhnya hanya terbungkus kain perlak. Kondisinya sehat.

Bayi malang itu ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB. Pertama ditemukan Jupri (44), warga setempat. Kala itu, pria ini mendengar suara tangisan bayi. Merasa curiga, bersama temannya, Agus (18), dia berbegas mencari sumber suara. Tangisan bocah itu ternyata datang dari arah cucian mobil. Betapa terkejutnya, saat didekati, seorang bayi tergeletak di lantai. Kuat dugaan, baru saja dilahirkan. Lalu, dibuang oleh orang tuanya.

Dua warga ini kemudian membawa bayi tersebut ke Puskesmas Kalibaru. Polisi yang mendapat laporan tiba di lokasi beberapa saat kemudian. “ Kondisi bayi sangat sehat. Dugaanya, baru saja dilahirkan. Tali pusarnya masih utuh, ada bekas darah juga,” kata Kapolsek Kalibaru AKP Abdul Jabar.

Baca juga:  Tiga Bayi di Pengungsian Membutuhkan Tempat Representatif

Saat ini, lanjut Kapolsek, bayi mungil tersebut masih dititipkan di Puskemas Kalibaru. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. “ Kita fokus dulu merawat bayi bersama tim medis Puskesmas. Bersamaan, juga melakukan penyelidikan, siapa pemilik bayi tersebut,” jelasnya. Saat ditemukan, bayi tersebut hanya dilengkapi kain perlak. Tak ada bukti petunjuk lain. Pihaknya menduga, bayi tersebut sengaja dibuang. Lokasi tempat pembuangan persis di pinggir jalan raya. Sehingga, dengan mudah diketahui warga. Namun, karena tengah malam, tak ada satupun warga yang melihat pelaku pembuangan. “ Kami sudah periksa sejumlah saksi untuk penyelidikan,” pungkas Kapolsek. (budi wiriyanto/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.