Ribuan krama padati pelebon istri Raja Denpasar IX. (BP/ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Prosesi palebon permaisuri Raja Denpasar IX (Ida Tjokorda  Ngurah Jambe Pemecutan) Dampati Ida Anak Agung Ayu Oka Pemecutan, berlangsung semarak. Ribuan warga memadati jalan yang dilintasi iring-iringan pengusung parereman (bade) menuju tunon (setra) Badung. Puncak keramaian terlihat di Patung Catur Muka, yang menjadi titik keberangkatan bade menuju setra.

Layon diberangkatkan dari Puri Agung Denpasar pukul 12.05 Wita menuju Patung Catur Muka dengan menggunakan jempana lelunga. Jempana ini diusung sekitar 10 orang lebih. Setelah memutari Patung Catur Muka, layon dinaikkan ke parereman yang tingginya mencapai 18 meter. Prosesi palebon ini sudah berlangsung sejak pagi yang diawali dengan pamelaspas bade.

Setelah itu, menjelang siang hari, persiapan untuk palebon mulai dilakukan. Iringing-iringan diawali dengan dua buah

batang tebu, tedung, yang dipadu dengan lelancingan. Setelah itu, ada Baris Ketegok Jago. Disusul, penuntun, putra-putri almarhum sebelum parereman yang diusung ratusan krama. Sesampai di tunon, puncak palebon pun mulai berlangsung. Palebon

kemarin dipuput dua sulinggih, yakni Ida Pendada Buda Jelantik Lila Arsa dari Griya Taman Sukawati, dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa Putra Keniten dari Griya Sari, Tegal.

Baca juga:  Karena Ini, Puluhan Anggota Polri-TNI Kumpul di Catur Muka

Seperti diketahui, almarhum Dampati Ida Anak Agung Ayu Oka Pemecutan lebar pada 17 Oktober lalu. Ayu Oka lebar pada usia 74 tahun. Putra pertama almarhum, Dr. A.A.Ngurah Agung Wira Bima Wikrama,ST.,M.Si., mengungkapkan upacara palebon ini sudah disiapkan sejak lama.

Tingkatan upacara palebon mengambil tingkat upacara utama, yakni munggah patrang manca datu. Menggunakan sarana pamerereman (bade)

tumpang sembilan dengan tinggi sekitar 18 meter. Juga dilengkapi dengan pembasmian dan lembu putih. “Karena beliau sudah madwijati kaprabon, maka tingkat upacara yang dilakukan  harus yang utama,” ujar mantan anggota DPRD Denpasar ini.

Almarhum, selain meninggalkan suami,  Ida Tjokorda  Ngurah Jambe Pemecutan, juga lima putra-putrinya. Di antaranya Dr. A.A.Ngurah Agung Wira Bima Wikrama,ST.,M.Si., A.A.Sagung Istri Ratih Isyana Dewi,S.Pi., A.A.Ngurah Agung Astikaningrat,S.Pi., A.A.Ngurah Mayun Wiraningrat,SE., dan A.A.Ngurah Alit Putra,SE. (asmara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.