Suasana pelatihan tim tenis meja untuk persiapan SEATTA. (BP/wan)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tim tuan rumah Indonesia menerjunkan delapan petenis meja, pada kejuaraan tenis meja se-Asia Tenggara, bertajuk “South East Asian Table Tennis Association (SEAATA) Championship” di GOR Merpati Denpasar, pada 15-18 November. Mereka adalah Dheepash Bhagwani,M. Luki Purkani, M. Irvan Sumarta, dan Rahmat Taufik Nursabri Pakaya untuk putra. Sementara di tim putri ada Aisyah Farah Aini, Anastasya Fabian, Hani Tri Azhari, dan Siti Aminah.

Manaje rTimnas Merah-Putih Haryono Wong, di sela-sela latihan di wantilan Perjuangan Puri Satria, Senin (12/11), menjelaskan, mereka ini dijaring karena menjuarai beberapa event. Bahkan, Timnas Indonesia yang turun di ajang SEATTA ini, skuadnya berbeda dibandingkan pemain Asian Games. “Mereka ini usianya di bawah 20 tahun, dan hanya dua petenis meja skuad Asian Games, yakni Dheepash Bagwani dan Luki Purkani,” jelasnya.

Baca juga:  Kapolda Cup 2018, Cari Atlet Tenis Meja Andal

Meskipun menerjunkan pemain muda, Haryono tetap optimis mengingat mereka juga pernah turun dalam turnamen di Cina, dan prestasinya lumayan. Apalagi, timnas Singapura dikabarkan memasang peman hasil binaan dalam negeri, bukan naturalisiasi. “Kejuaraan SEATTA ini, sebagai ajang pemanasan bagi petenis meja sebelum berlaga pada hajatan multievent SEA Games, di Filipina 2019 nanti,” terang Haryono.

Negara Asia Tenggara yang ambil bagian, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, Myanmar dan Laos. Dikemukakan, kedelapan atlet Indonsia ditangani duet pelatih Tony Meringgi dan Dani Santoso. Mereka turun di nomor tunggal, ganda, beregu putra dan putri serta campuran (mix). “Selama ini, anak-anak berlatih di klubnya masing-masing, dan baru sepekan berlatih di Bali,” ungkapnya. (Daniel Fajry/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.