Ruang kerja anggota DPR terkena peluru nyasar. (BP/dok)

JAKARTA, BALIPOST.com – Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Anthon Sihombing menilai wajar usulan pimpinan dan anggota DPR yang meminta agar BURT menganggarkan pengadaan kaca film antipeluru untuk ruang kerja anggota DPR. Untuk itu saat ini, BURT sedang mempelajari anggaran pengadaannya.

“Kalau kaca pengaman di gedung di Jakarta itu sudah hal yang biasa, sejak 14-15 tahun lalu sudah ada Departemen yang memakai kaca antipeluru di gedungnya, dan itu berkelas,” kata Anthon Sihombing di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/8).

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini mengatakan pada rapat bersama Polri beberapa waktu lalu, sebenarnya DPR sudah mengingatkan tentang MoU DPR dengan Polri segera direalisasikan terutama mengenai keamanan gedung DPR. Sebab, DPR sebagai salah satu objek vital harus memiliki keamanan yang berkualitas.  “Polri juga harus ikut menjaga objek vital ini sama levelnya dengan Istana. Jadi kalau ada wacana pakai anti peluru ya biasa-biasa saja. Gedung-gedung kementerian dan lembaga itu banyak pakai antipeluru. Kami kan pejabat negara juga,” tambahnya.

Saat disinggung apakah ada motif rekayasa bahwa peluru nyasar tersebut bukan karena salah tembak, Anton mengatakan di tahun politik menjelang pemilu, semua pihak bisa saja mengaitkan banyak hal termasuk tudingan adanya rekayasa kasus ini untuk kepentingan tertentu.

Yang pasti, anggota Komisi V DPR ini menegaskan dirinya akan percaya dengan hasil penyelidikan Polri. “Kalau sudah disimpulkan polisi, ya harus kita percaya. Mau percaya siapa lagi kita kalau tidak dengan polisi,” tegasnya.

Mengenai usulan pemindahan lokasi Lapangan Tembak Senayan yang lokasinya hanya berjarak sekitar 400 an meter dari gedung DPR, Anthon mengaku tidak mempersoalkan jika harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman. “BURT DPR juga akan meminta re-lokasi lapangan tembak tersebut, tapi tergantung pertemuan nanti dengan Kapolri, Setneg dan Perbakin, yang rencananya akan digelar sekitar tanggal 23 atau 24 Oktober nanti. Mampu tidak merelokasi lapangan tersebut tergantung pertemuan nanti,” kata Anthon.

Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Al Habsyi mengatakan peristiwa peluru nyasar ke DPR sebenarnya bentuk peringatan kepada semua pihak termasuk BURT tentang pentingnya keamanan dan pengaman gedung DPR. “Jadi yang saya gambarkan bahwa peristiwa ini adalah peristiwa peringatan buat kita bahwa gedung kita memang perlu pembenahan dan itu , dan paling tidak itu yang menarik,” ujar Aboebakar.

Menurut politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berdasarkan pengalamannya, gedung parlemen dibuat senyaman dan seaman mungkin. “Ruang kantor kita, kayak rumah orang susah dibanding dengan ruang kantor parlemen di luar negeri,” Aboebakar.

Dia meminta peristiwa jangan dilihat terlalu sederhana bahwa ini hanya peristiwa biasa. “Kalau memang sudah dibalistik dengan baik oleh polisi, kita berharap penilaian itu menjadi benar, bukan pengalihan isu yang kita tidak harapkan dan selanjutnya bagian rumah tangga bisa bekerja lebih baik lagi,” kata Aboebakar. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.