Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan (kanan) saat memberikan paparan pada Konferensi High Level Meeting on Country-Led Knowledge Sharing (HLM4 on CKLS), Senin (15/10) di Nusa Dua. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bio Farma, BUMN produsen vaksin kini sedang menggenjot ekspor untuk vaksin. Bahkan, target tahun ini untuk ekspor hingga sebesar USD 71,6 juta.

“Sampai saat ini target sudah mencapai 70 persen dari jumlah tersebut. Kami sudah masuk ke pasar Asia, Timur Tengah, sebagian Afrika, dan beberapa negara amerika latin. Tahun ini kami akan menjajaki untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara Afrika,” ungkap M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma.

Dijelaskannya, Vaksin yang akan diekspor ke beberapa negara Afrika adalah vaksin bakteri seperti Tetanus, Difteri, Pertusis, Harmophilus Infuenza Type B (HIB) serta Pentabio. Sebelumnya pihaknya juga sudah mengekspor ke negara- negara seperti Pakistan, Afganistan, Sudan, Maroko dan negara lainnya.

Dikatakan, Saat ini hanya sekitar 30 produsen vaksin yang sudah mendapatkan kualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) salah satunya Bio Farma. “Kami merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dilihat dari jenis produk dan kapasitas, serta menjadi rujukan centre of excellence bagi produsen vaksin di negara Islam,” ujarnya.

Sebagai BUMN memiliki peran yang sangat strategis untuk turut serta melakukan percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan, dalam upaya percepatan dan kemandirian pengembangan produk biopharmaceutical dan vaksin. “Dengan total kapasitas produksi lebih dari 2 miliar dosis per tahun. Komposisi produksi tersebut adalah masing-masing 60 persen untuk kebutuhan dalam negeri dan 40 persen untuk kebutuhan ekspor,” katanya disela Konferensi High Level Meeting on Country-Led Knowledge Sharing (HLM4 on CKLS), Senin (15/10) di Nusa Dua.

Baca juga:  Vaksinasi Rabies Lanjutan Digulirkan di Klungkung

HLM4 on CLKS yang dibuka Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Bambang Brodjonegoro merupakan rangkaian acara pertemuan IMF-WB 2018. Hadir juga dalam forum ini, Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putra Sandjojo, Menteri Keuangan Bangladesh Abul A. Muhith, Wakil Presiden Turkish Cooperation and Coordination Agency Birol Cetin. Tidak hanya itu, hadir juga perwakilan industri Bio Farma, bersama dengan lebih dari 250 peserta nasional dan internasional, 50 pembicara, dan 22 peserta pameran dari 42 negara.

Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memperkuat peran sebagai penghubung pengetahuan (Knowledge-Hub). “Saya berharap pertemuan hari ini dapat menghasilkan rekomendasi yang bersifat strategis, serta pendekatan-pendekatan yang inovatif untuk menghadapi tantangan pembangunan dalam rangka mencapai kesejahteraan bersama,” ucapnya. (yudi karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.