SINGARAJA, BALIPOST.com – Jarak tempuh yang jauh dari lokasi acara IMF-WB di Nusa Dua, Denpasar tidak menyurutkan ketertarikan delegasi berkunjung ke Buleleng. Sejumlah delegasi berkunjung ke Museum Tematik Soenda Ketjil di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng.

Selama berkunjung di Buleleng, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng menugaskan staf untuk memberikan penjelasan dengan rinci terkait obyek yang dikunjungi. Sekaligus menitipkan pesan kepada delegasi untuk turut memperjuangkan dengan mengenalkan pengalaman berwisata di Bali Utara ketika kembali ke negara asalnya.

Dalam kunjungan ke Museum Tematik Soenda Ketjil itu, delegasi IMF-WB ingin mengenal lebih dekat keberadaan museum yang mencerminkan Buleleng pada masa lampau pernah menjadi Ibu Kota Soenda Ketjil yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Masih di loaksi yang sama, delegasi IMF-WB mengabadikan beberapa gambar bangunan Pura Segara Desa Adat Pakraman Buleleng yang tidak jauh dari lokasi Museum Soenda Ketjil.

Pura ini menjadi perhatian delegasi IMF-WB karena dari desain bangunan pura masih mencerminkan perpaduan antara unsur Hindu dan etnis lain pada masa sejarah lampau. Referensi yang mencerminkan kehidupan antar etnis beragama di Buleleng juga ditambah dengan mengunjungi Klenteng Ling Guan Kiong yang amat disucikan warga Tionghoa di Bali Utara dan daerah lain di Bali.

Baca juga:  Lebaran, Ini Lokasi Kas Keliling Penukaran Uang Kecil BI Bali

Perpaduan antar-etnis pun kembali dilihat oleh para delegasi setelah melihat dari dekat bangunan Masjid Agung Jamik, Singaraja. Mesjid ini dari dahulu mencerminkan bagaimana kehidupan antara Hindu dan Muslim selalu berdmapingan dan jalinan ini sudah dibangun sejak jama sejarah lampau dan sampai sekarang terjaga dengan baik.

Mengakhiri agenda kunjungannya, para delegasi mengunjungi obyek wisata buatan yakni Krisna Oleh-Oleh Khas Bali di Desa Temukus, Kecamatan Banjar.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M mengatakan, kunjungan delegasi dari berbagai negara di dunia ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kepada pihak luar terkait pengembangan dan pengelolaan industri wisata di Bali Utara. “Ini sangat positif dan kita berharap para delegasi ini bisa menyebarluaskan pengembangan industri pariwisata di daerah kita,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.