Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita (kanan) didampingi Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengunjung Pasar Nyanggelan. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Keberadaan pasar rakyat di Kota Denpasar dengan langkah revitalisasi pembenah fisik dan menejemen pasar yang sampai saat ini mencapai 34 pasar rakyat. Dari sekian pasar, program revitalisasi lewat dana Tugas Pembantuan (TP) Kemendag RI juga dilakukan, serta pendampingan dari Pemkot Denpasar.

Beberapa Pasar seperti Pasar Agung Peninjoan, telah mampu menjadi pasar percontohan tingkat nasional serta menjadi pasar percontohan Standar Nasional Indonesia (SNI). Berlanjut melakukan revitalisasi Pasar Poh Gading Desa Pekraman Poh Gading dan Pasar Nyanggelan Panjer.

Program revitalisasi memberikan dampak pada peningkatan omset pasar perbulannya. Pasar Nyanggelan sebelum revitalisasi tahun 2013 dengan omset rata-rata Rp 2,7 miliar, setelah revitalisasi omset mencapai rata-rata Rp 7 miliar.

Pasar Poh Gading sebelum revitalisasi tahun 2013 dengan omset rata-rata Rp 2 miliar setelah revitalsiasi mencapai Rp 5 miliar, dan Pasar Agung sebelum revitalisasi tahun 2011 dengan omset rata-rata Rp 1,5 miliar setelah revitalsiasi mencapai Rp 15 miliar. “Beberapa pasar di Denpasar telah mendapatkan sentuhan program revitalisasi dan kali ini peningkatan menejemen pengelolaan dan peran pedagang dilakukan melalui kegiatan sekolah pasar,” ujar Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Denpasar, I.B Anom Suniem pada pelaksanaan sertivikasi Pasar SNI dan sekolah pasar yang digelar Kamis (11/10) di Pasar Poh Gading Denpasar.

Baca juga:  Pasar Kumbasari Diminati Turis Asing

Pelaksanaan sekolah pasar juga melibatkan tim SNI Pasar Rakyat Kemendag RI yang dipimpin Kepala Sub Direktorat Kasubid Pengembangan Sarana Distribusi Kemendag Ri, Imanuel Kasigran Ibro. Sertifikasi dan Pendampingan dilakukan di dua pasar yakni Pasar Poh Gading dan Pasar Nyanggelan, Panjer.

Imanuel Kasigran Ibro mengatakan bahwa revitalisasi pasar yang dilakukan Kemendag RI tidak saja dalam tataran pembenahan fisik namun juga pelaksanaan pengelolaan pasar yang berstandar pasar SNI. Di Kota Denpasar sendiri telah terdapat satu pasar yakni Pasar Agung Peninjoan yang berstandar SNI dan menjadi pasar percontohan nasional. “Pasar Agung Peninjoan Kota Denpasar menjadi satu-satunya pasar yang berstandar SNI di Bali,”ujarnya.

Sementara pengelola Pasar Pohgading, Made Suparta mengatakan pihaknya memiliki jumlah pedagang 201 pedagang. Pasar Poh Gading mendapatkan dana TP dari Kemendag RI secara bertahap pada tahun 2013, 2015 dan 2016 dengan total anggaran revitalisasi pasar rakyat berjumlah 11 milyar lebih. Disamping itu juga mendapatkan dana bantuan dari Pemkot Denpasar. “Dari program ini kami pengelola dan pedagang mengucapkan terima kasih dan mendukung pelaksanaan terwujudnya SNI Pasar Rakyat Poh Gading,” ujarnya. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.