Ilustrasi. (BP/dok)

JAKARTA, BALIPOST.com – Gempabumi yang terjadi dengan lokasi di perairan Situbondo, Jawa Timur, dikategorikan sebagai gempa jenis dangkal oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Getaran yang mengguncang sekitar pukul 01.44 WIB dengan magnitudo 6,3 SR tersebut diakibatkan aktivitas patahan.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, Kamis (11/10), dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. “Diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi di wilayah Laut Bali itu dibangkitkan deformasi atau pemisahan batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik. Guncangan gempa itu, kata dia, dilaporkan dirasakan di daerah Denpasar dalam skala intensitas III-IV MMI. Sementara kawasan Karangkates, Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan di angka III MMI.

Baca juga:  Peduli Korban Gempa di Lombok, Ini Dilakukan Kodim Badung

Lebih lanjut, ia mengatakan belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. “Hingga pukul 02.30 WIB, dia menyebut hasil monitoring BMKG sudah terjadi satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,4 Skala Richter.

Ia meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannyaK.

amis pukul 01.44.57 WIB wilayah Laut Bali diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa berkekuatan 6,4 SR yang dimutakhirkan menjadi 6,3 SR. Episenter gempa terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT atau di laut pada jarak 55 kilometer arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 kilometer. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.