Upacara piodalan Purnama Kelima tetap digelar kendati Status Gunung Agung masih berad di Level III. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kendati aktivitas Gunung Agung masih berada di level III (Siaga) dan Pusat Vulkanolohi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasi radius 4 km tidak melakukan aktivitas, akan tetapi upacara Piodalan Purnama Kelima tetap bakal dilaksanakan tahun ini. Dengan situasi saat ini, piodalan yang secara rutin digelar setiap tahunnya itu,Ida Bhatara Nyejer selama 11 hari.

Penyanggra Piodalan, I.G.B.A Sutedja, Rabu (10/10) mengungkapkan, jika persiapan untuk pelaksanaan upacara piodalan Purnama Kelima sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir oleh penyanggra maupun pengayah dari Desa Pakraman Selat, Desa Petindih Pura, dan Pemaksaan Pura. Termasuk rapat jelang piodalan juga telah dilaksanakan oleh penyanggra maupun pengayah.

Sutedja mengatakan, jika pelaksanaan piodalan sudah dimulai sejak September lalu. Dimana, pada 25 September telah dilaksanakan Nancep Sanggar Tawang, sebagai awal dimulainya persiapan piodalan. Sedangkan pada 22 Oktober Ida Bhatara melasti ke Toya Sah, 23 Oktober Mapepada Wewalungan, dan 24 Oktober Maturang Pakelem ke Puncak Gunung Agung sekaligus puncak piodalan. “Ida Bharata Nyejer selama 11 hari. Karena Ida Bhatara Masibep pada 4 November,” ucapnya.

Baca juga:  Belasan Ribu Warga Mengungsi di Bangli, Posko Kekurangan Lauk Pauk dan Air Minum

Dia menjelaskan, kendati Gunung Agung masih berada di level III (Siaga), akan tetapi upacara piodalan Purnama Kelima yang memang rutin digelar setiap tahunnya tetap bakal dilaksanakan tahun ini.  Karena sesuai hasil rapat yang dilaksanakan, kalau piodalan sepakat tetap dilaksanakan kendati status Gunung Agung masih level Siaga. Mengingat gunung Agung masih level Siaga, pihaknya menghimbau kepada umah se-dharma yang hendak tangkil ke Pura Pasar Agung untuk ngaturang bhakti supaya tetap waspada. Dan selalu berdoa meminta keselamatan kepada Ida Bhatara yang malinggih di Gunung Agung. Agar Gunung Agung selama piodalan tidak erupsi.

“Umat se-dharma yang hendak tangkil ngaturang bhakti dipersilakan. Kita harap umat tetap berdoa memohon keselamatan kepada Ida Hyang Wisesa yang beristana di Gunung Agung agar selalu melimahkan ramatnya untuk kita semua. Sehingga diberikan keselamatan dan kenyaman saat tangkil ngaturang bhakti serta terang Sutidja. (eka prananda/balipost)

 

 

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.