Djoko Setiadi. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Cyber Jawara yang menjadi ajang pencarian talenta di bidang keamanan siber kembali digelar pada Selasa (9/10). Kompetisi yang digelar setiap tahun hasil inisiasi dari IDSIRTII-BSSN ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan para hackers Indonesia tapi juga menjadi tempat mereka membangun jejaring baik sesama komunitasnya, dengan industri, dan juga dengan pemerintah.

Cyber Jawara bahkan menyiapkan jalur bagi mereka untuk bertarung membawa nama Indonesia di tingkat regional dan dunia. Nantinya pemenang Cyber Jawara ini akan mendapat kesempatan menjadi wakil Indonesia mengikuti kompetisi hacking tingkat ASEAN yang disebut Cyber SeaGame.

Selanjutnya jika mereka menang, maka mereka akan bertarung lagi di Japan Seccon (Japan Security Contest) di tingkat yang lebih luas. Dan jika menang kembali, mereka mendapat kesempatan ikut kejuaran dunia DEFCON CTF di Las Vegas, Amerika Serikat.

Menurut Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) Djoko Setiadi, Selasa (9/10), Indonesia membutuhkan banyak talenta-talenta di bidang keamanan siber, dan Cyber Jawara bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjaring talenta tersebut. Cyber Jawara yang dimulai sejak tahun 2012 oleh IDSIRTII yang saat itu masih berada di bawah Kementerian Kominfo.

“Dalam hal pembinaan kepada masyarakat, BSSN mendukung kegiatan tersebut sebagai bentuk untuk mengasah potensi dan talenta putra-putri kita dalam bidang hacking. Ke depannya talenta ini akan dikumpulkan di BSSN untuk memperkuat keamanan siber nasional,” sebutnya.

Baca juga:  Keamanan Siber Jadi Bahasan dalam Code Bali 2018

Tahun ini merupakan gelaran Cyber Jawara yang ke-7 dan diikuti oleh 177 tim dari seluruh Indonesia. Para peserta dibagi ke dalam 5 zona: Zona 1 mewakili Sumatra dan Kalimantan dengan jumlah peserta 32 tim, Zona 2 mewakili Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan jumlah peserta 81 tim, Zona 3 mewakili Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan jumlah peserta 39 tim, Zona 4 mewakili Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB dengan jumlah peserta 16 tim dan terakhir Zona 5 mewakili Sulawesi, Maluku dan Papua dengan jumlah peserta 8 tim.

“BSSN sebagai badan baru yang sangat berkepentingan dengan keamanan siber Indonesia menyambut baik penyelenggaraan Cyber Jawara yang ke-7 ini, karena kompetisi ini juga dapat menjadi tempat mengalihkan perhatian hackers di Indonesia terhadap tindakan illegal hacking seperti web defacement. Selain itu, jika menang dan bisa berkompetisi di luar negeri maka juga berarti ikut mempromosikan kegiatan keamanan siber yang positif di Indonesia ke komunitas internasional,” jelasnya.

Tahun lalu, pemenang Cyber Jawara juga menjadi pemenang Cyber Seagame dan mendapat peringkat ke-8 di Japan Seccon. Tahun ini, sejalan dengan kesuksesan para atlet meraih medali emas Asian Games, diharapkan Cyber Jawara akan melahirkan talenta baru peraih medali emas kompetisi hacking Indonesia yang juga akan berjaya di ASEAN dan dunia. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.