Menkomar Luhut B Pandjaitan saat membuka THK Forum, Rabu (10/10). (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dalam rangka membahas terkait Sustainable Development atau pembangunan berkelanjutan, ratusan peserta dari dalam dan luar negeri hadir dalam Tri Hita Karana (THK) Forum, Rabu (10/10) di Sofitel Nusa Dua. Konferensi yang berlangsung selama dua hari hingga Rabu (11/10) ini digelar sebelum pembukaan pertemuan tahunan IMF-WB.

Dengan mengambil tema “Blended Finance and Innovation for Better Business and a Better World,” THK Forum akan meluncurkan lebih dari 30 proyek, investasi dan inisiatif
yang terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dari United Nation. Sebuah
kerangka kerja yang digunakan untuk mengakhiri kemiskinan, menanggulangi perubahan
iklim dan melindungi planet.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, THK Forum ini dapat mengerahkan investasi hingga 10 miliar dolar untuk proyek yang terkait dengan SDGs. Dikatakan, THK Forum ini akan mengerahkan miliaran dolar dari modal swasta untuk sektor yang menjadi prioritas di Indonesia, termasuk infrastruktur penghijauan, penggunaan lahan lestari, kelautan, ecotourism, kesehatan, perempuan dan inovasi.

Diungkapkannya, THK Forum merupakan platform pertama di bidangnya dan menjadi konferensi terbesar yang didedikasikan untuk blended finance dan inovasi di dunia. Indonesia memiliki pertumbuhan inklusif yang berkualitas berdasarkan infrastruktur rendah karbon, penggunaan lahan yang berkelanjutan, eco-tourism dan blended finance menjadi poin utama dalam strategi ekonominya. “Ini akan menginspirasi negara lain di seluruh dunia untuk meningkatkan standarnya dan menunjukan ambisi dan tindakan pada level yang sama,” katanya.

Baca juga:  Semarak HUT Ke-72 Yayasan PR Saraswati, Perkuat Generasi Milenial Gemar Membaca dan Berkarakter THK

Pada awal tahun, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerbitkan konsep
obligasi hijau yang dilakukan oleh negara ($1,25 miliar). Indonesia juga menjadi rumah pertama di dunia untuk obligasi penggunaan tanah berkelanjutan ($95 juta) dan telah mengimplementasikan Roadmap for Sustainable Finance di Indonesia.

Melanjutkan tren ini, THK Forum mengedepankan konsep SDG Indonesia One, Blended
Platform yang dipimpin oleh Kementrian Keuangan serta institusi infrastruktur finansial
nasional, PT SMI (Sarana Multifinance Infrastruktur). SDG Indonesia One juga menargetkan proyek senilai 4 miliar dollar Amerika Serikat untuk infrastruktur hijau dalam skala besar. Dana yang tergabung melalui platform ini sudah mencapai 2,34 miliar dollar.

Inisiatif penting lainnya termasuk proyek energi terbarukan dan transportasi emisi rendah,
sebuah peta jalan bagi masa depan industri pangan dan penggunaan lahan di Indonesia.

Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Perdagangan Indonesia yang juga President of the United in Diversity Foundation mengatakan bahwa ini akan menjadi yang pertama dalam
bidangnya untuk SDGs. Dalam rangka mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas efek rumah kaca minimal sebesar 29%, yang termasuk dalam Paris Agreement. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.