DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster kembali mengingatkan seluruh komponen masyarakat Bali untuk bersama-sama menyukseskan pertemuan tahunan IMF-World Bank. Utamanya komitmen, tanggung jawab, dan dukungan dalam mewujudkan suasana Bali yang aman, nyaman dan damai secara sekala niskala.

Apalagi, Bali mendapatkan banyak manfaat langsung dan tidak langsung, serta dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap peningkatan pembangunan perekonomian. “Buat Bali ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan. Saya sebagai gubernur betul-betul merasa ini adalah satu kepercayaan, satu kehormatan yang harus dijaga bersama-sama,” ujarnya dalam keterangan pers di Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (9/10) sore.

Sebelum diadakan di Bali, lanjut Koster, pertemuan tahunan IMF-WB paling banyak diikuti 14 ribu peserta ketika diselenggarakan di Washington. Tapi di Pulau Dewata, jumlah peserta sudah menembus 34.232 orang dari 189 negara. Itupun kemungkinan masih akan bertambah kalau pendaftaran tidak ditutup.

“Ini luar biasa jumlahnya. Selain minat terhadap materi yang dibahas dalam pertemuan itu, Bali sebagai daerah yang terkenal dengan budayanya sebagai tujuan wisata dunia, itu memiliki nilai tambah bagi pertemuan IMF-World Bank,” jelasnya.

Koster menambahkan, Bali sudah mendapat “hadiah” berupa infrastruktur untuk meningkatkan perekonomian. Salah satunya, pengembangan bandara internasional I Gusti Ngurah Rai yang bahkan masih akan terus berlanjut untuk memperluas areal parkir, menambah terminal, dan perpanjangan runway dalam waktu 3 tahun kedepan sampai benar-benar rampung.

Kemudian, percepatan pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana, underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, dan program pengelolaan TPA Sampah Regional Sarbagita (TPA Suwung). “Untuk underpass saja, itu anggarannya Rp 174 miliar, multiyears. Kemudian Sarbagita mendapatkan anggaran dari APBN Rp 250 miliar dalam 3 tahun, 2017 sampai 2019. Kalau kita mengajukan, belum tentu juga dapat. Jadi sekarang dengan adanya ini, kita dapat tambahan program yang tanpa inisiasi kita,” paparnya.

Baca juga:  Tim Transisi Bantu Koster-Ace Siapkan Perda dan Pergub

Menurut Koster, pertemuan IMF-WB juga meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan lebih dari 34 ribu orang. Selain itu, menambah jumlah lapangan kerja mencapai 32.700 orang, meningkatkan PDRB diatas Rp 1,2 triliun dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Bali mencapai lebih dari 6,5 persen, serta peningkatan promosi dan citra pariwisata Bali dan Indonesia karena menjangkau 189 negara di seluruh dunia.

Diantara yang berkunjung saat ini, diyakini pasti akan datang lagi ke Bali di kemudian hari. “Tanpa IMF, pertumbuhan ekonomi 5,9 persen. Naik sedikit dari 2017 5,5, persen. Dengan IMF, bertambah 0,64 persen menjadi 6,54 persen. Asumsinya waktu itu adalah peserta 19.800. Jadi sekarang 34 ribu, saya yakin akan naik lagi mendekati 6,7 persen,” jelasnya.

Kalau pertemuan tahunan IMF-WB berjalan sukses, Koster meyakini nama Bali akan semakin terangkat. Begitu juga bargaining position Bali di pusat. Terkait adanya demonstrasi oleh beberapa orang yang menolak IMF-World Bank, pihaknya mengaku tidak terganggu. Koster juga menepis anggapan pendemo yang menganggap acara ini sebagai pemborosan uang negara dan tidak ada manfaatnya bagi Bali.

“Beberapa orang tersebut tidak merepresentasikan masyarakat Bali, sehingga aspirasi yang disampaikan bukan merupakan aspirasi masyarakat Bali. Masyarakat Bali dikenal ramah dan santun, apalagi terhadap tamu negara. Kegiatan ini jelas bukan pemborosan karena dampaknya akan jauh lebih besar bagi kemajuan pembangunan dan perekonomian Indonesia, dan Bali khususnya,” tandasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.