Perkumpulan Organisasi Mahasiswa menggelar doa bersama di Halaman Sekretariat PHDI Bali, Selasa (9/10). (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Peduli terhadap korban bencana Gempabumi dan Tsunami yang menimpa Kota Palu, Donggala, dan Sigi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa pekan lalu, perkumpulan organisasi Hindu yang tergabung dalam “Bali Peduli Sulteng” melakukan penggalangan dana di sejumlah titik di Kota Denpasar.

Aksi penggalangan dana telah dilakukan selama 4 hari, mulai dari tanggal 1 hingga 4 Oktober lalu. Total dana yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp 217.669.400. Dana “Bali Peduli Sulteng” ini akan diserahkan langsung ke posko-posko pengungsian oleh 4 orang perwakilan “Bali Peduli Sulteng” Minggu ini.

Organisasi Hindu “Bali Peduli Sulteng” ini terdiri dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) STIKOM Bali, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Bali, Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa (PMHD Unwar), BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmas Denpasar, Forum PMHD Unud, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia, BEM IHDN Denpasar, Ikatan Mahasiswa Hindu (Ikamahi) Sulawesi Barat, BPM FKIP Unmas Denpasar, dan Aliansi Pemuda Hindu Bali, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Denpasar.

Koordinator Aksi “Bali Peduli Sulteng”, I Wayan Darmayasa, mengatakan latar belakang dilakukannya aksi penggalanan dana untuk korban bencana alam di Sulteng, karena perkumpulan organisasi mahasiswa di Bali merasa empati terhadap para korban bencana gempabumi dan tsunami yang dirasakan warga Sukteng. “Berbicara masalah kemanusiaan bagi kami adalah segalanya,”tandas Wayan Darmasaya di sela-sela doa bersama yang digelar di Halaman Sekretariat PHDI Bali, Selasa (9/10) sore.

Dana “Bali Peduli Sulteng” ini, dikatakan akan diprioritaskan bagi para pengungsi dan untuk perbaikan tempat-tempat ibadah di Sulteng. Diharapkan dengan dana tersebut dapat mengurangi beban para korban bencana dan bisa melengkapi kebutuhan korban selama proses pemulihan bencana yang dilakukan oleh pemerintah. “Kalau titiknya menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan di sana, karena kami belum tau lpaati daerah mana saja yang urgent membutuhknannya,”pungkasnya. (winata/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.