Petugas dari Pemadam Kebakaran Karangsem saat memadamkan kobaran api. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kebakaran lahan terus terjadi di wilayah Karangsem. Kali ini kebakaran melanda puluhan hektar lahan milik warga di wilayah Desa Batu Ringgit, Kecamatan Kubu, Karangasem, Selasa (9/10). Atas kondisi itu, Dinas Damkar Karangasem menerjunkan sekitar lima mobil damkar untuk memadamkan kobaran api.

Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan hektar lahan hutan terbakar di Desa Batu Ringgit, Kubu. Luas lahan hutan yang terbakar mencapai puluhan hektar yang tersebar di sejumlah titik. Api dengan cepat melalap dedaunan kering, sehingga api terus membesar dan merembet lahan-lahan di dekat pemukiman warga. Petugas dari Damkar di Bantu TNI, BPBD petugas kepolisian dari Polsek Kubu serta warga sekitar harus berjibaku untuk dapat memadamkan kobaran api. Karena api semakin melebar, maka petugas dibuat kewalahan untuk medamkan api.

Seorang warga, I Gede Subrata, mengungkapkan jika kebakaran terjadi sekitar pukuk 09.00 Wita. Kata dia, titik api berasal dari selatan, karena tiupan angin yang cukup kencang api dengan cepat merembet ke lahan kering lainnya menuju arah Barat. Sekitar pukul 11.00 Wita barulah datang mobil damkar dan langsung melakukan pemadaman dibantun oleh pihak kepolisian, TNI, BPBD dan warga sekitar.

Baca juga:  Diguyur Hujan, Kebakaran Lereng Ijen Tersisa Satu Titik

“Api muncul karena ada warga yang membakar sampah dan di tinggal begitu saja. Karena tiupan angin kencang, api yang dibawa angin terus membakar lahan yang kering sehingga api terus membesar,”katanya.

Kabid Operasianal Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem, Gede Sumartana, menjelaskan, setelah menerima laporan adanya kebakaran lahan di wilayah Desa Batu Ringgit, Kecamatan Kubu, pihaknya langsung turun kelapangan. Untuk, proses pemadaman pihaknya menerjunkan lima armada dari tiga pos yakni Selat, Abang dan Karangasem. “Kita terjunkan 20 personil. Untuk memadamkan api kita butuh waktu hingga dua jam lebih,”jelas Sumartana.

Sementara Kapolsek Kubu, AKP I Made Suadnyana, menjelaskan, jika awal mula terjadinya kebakaran akibat adanya warga yang membakar sampah. Dimana api sampah yang dibakar belum mati, namun sudah ditinggal pergi. “Kebakaran memang belum sampai ada yang mengenai pemukiman warga. Karena petugas daei damkar di bantu polisi, BPBD dan warga dengan sigap berupaya memadamkan api. Sehingga tidak sampai membakar pemukiman warga,”jelas AKP Suadnyana. (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.