Alutsista milik TNI disiagakan terkait pelaksanaan IMF-WB Annual Meetings.(BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Memasuki hari kedua pelaksanaan IMF-WB Annual Meetings 2018, para delegasi juga masih berdatangan di Nusa Dua. Satgas Pamwil dan Evakuasi juga sudah siap dengan alutsistanya untuk memberikan jaminan keamanan.

Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto, Selasa (9/10), mengatakan dikerahkannya alutsista milik TNI tersebut dengan maksud agar dalam pelaksanaannya berjalan aman, lancar, nyaman dan sukses.

“Sesuai arahan yang disampaikan oleh Kasum TNI, Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf, selaku Pangkogabpam IMF-WB Annual Meetings 2018, pengamanan dari segala lini dilakukan baik darat, laut dan udara,” tegasnya.

Alutsista tersebut disiagakan secara intensif di daerah pantai atau perairan Bali. Sedikitnya disiagakan 10 unit Kapal Perang Milik TNI-AL di bawah pimpinan Dansub Satgas Laut untuk melakukan penyekatan di perairan laut Bali dan sekitarnya. Demikian pula dari Satgas Udara juga sudah disiagakan belasan Heli baik dari TNI-AU, TNI-AL maupun dari TNI-AD, Polri dan milik Basarnas sudah siap untuk mengamankan wilayah udara Pulau Bali dan sekitarnya. Pun sudah melaksanakan patroli udara secara intensif sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dari unsur darat, telah disiagakan ribuan unit kedaraan roda dua dan empat dari semua unsur terkait untuk melakukan pengawalan terhadap para delegasi kesejumlah titik lokasi acara, termasuk juga pengerahan kendaraan tempur sebagai alutsista TNI.

Baca juga:  Dukung Ketahanan Pangan, Ini Dilakukan TNI

“Kalau di pelabuhan-pelabuhan seperti di Padangbai dan Gilimanuk juga sudah diperketat pejagaannya. Terutama terhadap para penumpang yang masuk dari Jawa dan Lombok,” ungkap Kapendam.

Selain itu, pengamanan juga dilakukan di tempat-tempat penyeberangan lokal dan jalur tikus. “Ketatnya pengamanan ini bukan berarti jorjoran, sangar dan menakutkan. Tapi dalam artian tidak terlepas dari prosedur yang sudah ditetapkan, sikap santun dan ramah serta tetap dijaga dan tidak meninggalkan adat istiadat dan budaya daerah,” tandas Kolonel Jonny.(kerta negara/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.