Pantai Yeh Malet akan ditata dengan anggaran Rp 2,2 miliar. (BP/dok)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Dalam rangka mendukung perkembangan pariwisata di Kabupaten Karangasem, pemkab dalam hal ini Dinas Pariwisata (Dispar) terus melakukan penataan infrastruktur yang ada di objek wisata. Salah satunya bakal melakukan penataan di Objek Wisata Pantai Yeh Malet di Desa Antiga, Kecamatan Manggis tepatnya berada di perbatasan diperbatasan Karangasem-Klungkung.

Untuk penataan itu, pemkab menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,2 miliar di APBD Induk 2018. Kepala Dispar Karangasem, I Wayan Astika, menjelaskan, penataan dilaksanakan mulai akhir bulan Oktober 2018. Kata Astika, dana yang digelontorkan untuk melakukan penataan tersebut sebesar Rp 2.2 milliar.

Anggaran itu bersumber dari APBD Induk 2018 sebesar Rp 2,2 milliar. “Tahun ini objek tersebut pasti di tata. Sekarang masih on progres. Pemenang tendernya sudah ada. Penataan dilaksanakan akhir Oktober sampai 24 Desember. Jadi kita yakin pengerjaaan itu bisa selesai tepat waktu. Kalau lewat batas waktu, rekanan tetap dikenai denda,” ucapnya.

Baca juga:  14 Desa Dapat Anggaran Penataan Obyek Wisata 

Astika, menambahkan, penataan ini meliputi perbaikan lapak pedagang, pembuatan gazebo, jalan setapak, serta membuat tulisan “Welcome to Karangasem” di sekitar Pantai Yeh Malet.

Jelasnya, penataan Pantai Yeh Malet dilakukan untuk mempercantik objek wisata. Sehingga pantai berpasir hitam terlihat bagus, dan rapi. Dengan harapannya lewat penataan ini kunjungan wisstawan ke kesana lebih meningkat. “Regulasi sudah ada. Kita tinggal melakukan sosialisasi ke warga sekitar,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, jika warga dan pedagang di Yeh Malet memang sangat berharap agar penataan segera dilakukan. Sehingga ekonomi bisa meningkat, seperti di obyek wisata lain.

Saat ini pedagang hanya mengandalkan pengendara yang melintas. “Kunjungan wisawatan mancanegara atau domestik, ke Pantai Yeh Malet sepi. Pengunjung yang datang diperkirakan sekitar 1-20 orang tiap hari, itupun wisdom yang melakukan peerjalanan ke Denpasar. Biasanya hanya beristirahat di Yeh Malet. Dan kunjungan jauh lebih meningkat,” jelas Astika. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.