Ilustrasi. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga Banjar Dinas Kelod, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu mendadak geger Minggu (7/10). Seorang pelajar SMA negeri di Busungbiu, PSW (16) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Tidak diketahui pasti, motif korban nekat mengakhiri hidup dengan cara tak wajar. Namun demikian, pihak orangtuanya menerima kejadian itu.

Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, ayahnya yang pertama kali menemukan anaknya sudah tidak bernyawa di dalam kamar. Saksi menemukan posisi korban tergantung menggunakan selendang yang diikatkan di rangka langit-langit atap rumahnya.

Terkejut dengan kejadian itu, sang ayah pun panik sambil berteriak minta tolong. Kontan saja, teriakan itu membuat warga ramai mendatangi rumahnya.

Saksi dan warga kemudian menurunkan jenazah korban untuk disemayamkan di rumah duka. Sementara, bukti-bukti yang memberi petunjuk korban nekat bunuh diri tidak ditemukan di lokasi kejadian.

Baca juga:  Sejak 2015, Ratusan Orang di Jembrana Meninggal Karena HIV/AIDS

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas I Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK membenarkan terjadi kasus bunuh diri tersebut. Sumerjaya mengatakan, setelah kasus ini dilaporkan, Unit Reskrim Polsek Busungbiu memeriksa lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

Selain itu, polisi bersama petugas kesehatan memeriksa jasad korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Benar kita menerima kasus bunuh diri oleh pelajar. Tidak ada tanda-tanda kekerasan dan keluarga juga mengikhlaskan kepergian korban dengan cara gantung diri,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.